![]()
Buser24com. Meranti – Ketua Gapoktan Desa Segomeng, Pak Sarijan, menyampaikan keterangan kepada awak media melalui telepon seluler pada hari ini 8 Januari 2026, Jam 7,30 Wib malam . Ia menanggapi pemberitaan terkait proyek pembangunan sumur air tanah untuk jaringan irigasi di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025.
Menurut Pak Sarijan, proyek yang dibiayai APBN 2025 dengan nilai kontrak Rp 7.125.085.364 dan jangka waktu pelaksanaan 155 hari kalender tersebut melibatkan lima titik sumur di lima desa, yakni Desa Segomeng, Desa Sungai Cina, Desa Bina Maju, Desa Mekarbaru, dan Desa Melai. “Semua lokasi sudah mencapai sekitar 90 % kesiapan,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa dua titik di Desa Segomeng dan dua titik di Desa Setatah masih dalam tahap awal dan belum siap. “Itu memang belum selesai, tapi itu adalah tahap ke dua, tidak ada urusan dengan saya,” kata Pak Sarijan.
Proyek ini dikelola oleh Direktorat PPK Air Tanah dan Air Baku, dengan pelaksana PT Samudra Anugerah Indah Permai. Pemerintah daerah belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai keterlambatan tersebut.
Awak media akan terus memantau perkembangan pengerjaan sumur irigasi ini dan menunggu pernyataan resmi dari pihak terkait.****(tim Redaksi)
