
Jakarta – Wijaya group yang mempunyai beberapa outlet di jakarta barat di katagorikan hiburan Terbesar yang menyediakan minuman beralkohol dan prostitusi terselubung di beberapa titik lokasi di jakarta barat diduga kuat tidak mengantongi izin resmi dari Pemprov DKI.
Banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh Wijaya group yang terus di biarkan oleh oknum Parenkraf dan satpol PP Jakarta barat. Menjadikan En pengusaha THM terbesar dan sangat berpotensi merubah wajah kota jakarta barat menjadi kota *Maksiat*.
Tim investigasi dari awak media ini yang turun ke lapangan guna mencari data dari warga masyarakat sekitar yang meminta namanya di rahasiakan menyatakan bahwa En banyak memiliki lokasi hiburan malam dan pijat plus di jakarta barat tetapi Pemkot Jakarta Barat ” Diam” walau diduga kuat tidak memiliki ijin resmi dari pemda DKI dan lama beroperasi diduga kuat sudah berkoordinasi dengan oknum APH dan Parenkraf.
Warga masyarakat sangat berharap Pemkot Jakarta Barat mengawasi dengan ketat tempat hiburan malam dan prostitusi agar generasi muda tidak rusak mentalnya. Tidak memikirkan kantong pribadi oknum tanpa memikirkan dampak negatif bagi generasi muda jakarta barat.
Budi Wahyudin ketua umum Asosiasi wartawan demokrasi Indonesia ( AWDI ) dan juga pengamat sosial sangat berharap Pemkot Jakarta Barat atau Pemda DKI tidak tinggal diam karena menerima uang “setoran” bulanan dari pengusaha tempat hiburan malam dan prostitusi terselubung di jakarta barat.
“Sebab kepentingan masyarakat harus di utamakan daripada kepentingan pengusaha yang berpotensi merusak generasi muda,”terangnya
Budi berkomentar jika Pemkot Jakarta Barat harusnya bisa mengontrol tempat hiburan malam dan prostitusi terselubung yang di duga tidak mengantongi izin resmi.
Sampai berita ini di tayangkan belum ada jawaban dari walikota Jakarta Barat. Tim investigasi awak media ini akan terus menyampaikan lewat pemberitaan sampai mendapatkan respon dari Pemkot dan Pemda DKI….Bersambung.(Team Redaksi)