![]()
Langkat – Dalam upaya mewujudkan wajah Kota Pangkalan Brandan yang lebih tertata, nyaman, dan tidak semerawut seperti tahun-tahun sebelumnya, Forkopimcam Pangkalan Brandan mulai melakukan pembenahan sejumlah titik strategis menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M yang kian dekat.
Salah satu fokus pembenahan dilakukan di terminal lama yang berada di Jalan Arteri Pangkalan Brandan–Aceh, tepatnya di kawasan Desa Puraka I, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pada Senin sore (2/2/2026), pantauan awak media di lapangan menunjukkan aktivitas pembersihan dan perataan lahan terminal dengan menggunakan alat berat jenis grader, guna menggerus tanah serta rerumputan yang selama ini menutupi permukaan aspal.
Pembenahan ini direncanakan sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Thamrin, Pangkalan Brandan, khususnya pedagang stiker dan usaha kecil lainnya yang kerap memanfaatkan badan jalan dan trotoar.
Langkah tersebut diambil untuk mengurai kemacetan serta memberi kenyamanan bagi pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi, terutama pada jalur menuju pasar tradisional dan pintu masuk kawasan kota.
Di lokasi kegiatan, terlihat Camat Sei Lepan, M. Iqbal Ramdhan, SE, bersama Danramil 13 Pangkalan Brandan, Kapten Inf Gunawan Lubis, turun langsung mengawasi proses pembersihan areal terminal lama tersebut.
Dalam keterangannya kepada media, Camat Sei Lepan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penataan kota secara menyeluruh.
“Kegiatan sore hari ini bertujuan agar seluruh pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di badan jalan dapat direlokasi ke terminal lama ini. Harapannya, wilayah Brandan yang berada di Kecamatan Sei Lepan tidak lagi terlihat kumuh dan semerawut,” ujar Iqbal dengan nada optimistis, yang diamini oleh Danramil.
Iqbal menambahkan, selama ini keberadaan pedagang di sepanjang Jalan Thamrin telah menguasai trotoar dan sebagian badan jalan, sehingga kerap menyulitkan arus lalu lintas. Penertiban sebelumnya telah dilakukan, dan relokasi ke terminal lama menjadi solusi jangka menengah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban umum.
Sementara itu, Danramil 13 yang baru beberapa pekan menjabat, Kapten Inf Gunawan Lubis, menyatakan dukungannya terhadap langkah penataan tersebut demi menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan humanis.
Namun demikian, pantauan media di lapangan mencatat tidak terlihatnya Kapolsek Pangkalan Brandan maupun jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut. Meski begitu, seorang petugas dari Yon Marinir 8, yang belum diketahui identitas dan pangkatnya, tampak berada di lokasi untuk memantau jalannya kegiatan.
Pembenahan terminal lama ini diharapkan menjadi langkah awal yang konsisten dalam menata Pangkalan Brandan sebagai kota yang ramah, tertib, dan siap menyambut meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.Reporter : Ucok Gultom.
