
Sukabumi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi (siapapun orangnya) selama ini dikenal sebagai sosok komunikatif, dan nyaris tidak mengambil jarak dengan para wartawan. Saya ambil misal, saat Wabup Iyos Somantri menjabat sekda, beliau jarang sekali tidak menanggapi pertanyaan para pemburu berita, utamanya terkait kinerja perangkat daerah atau pelaksanaan fungsi eksekutif yang berada dalam lingkup koordinasinya, meski menjawab hanya lewat aplikasi perpesanan. Bila ia rasa pertanyaan terlalu spesifik, ia lazimnya meneruskan masalah ini ke dinas atau instansi teknis terkait untuk memberikan informasi langsung, jika problem dan kelas nya berbeda apalagi langsung menyentuh penyelenggaraan pemerintahan daerah, ia tak sungkan membereskannya langsung. Begitulah yang selalu dilakukan Iyos Somantri dulu saat menjabat sekda, setidaknya ini pengalaman yang saya alami sendiri.
Sebagai PNS nomor wahid di Kabupaten Sukabumi, sosok sekda memang harus menjadi tauladan setidaknya bagi puluhan ribu pegawai negeri di kabupaten terluas kedua di jawa bali ini, disebutnya juga sebagai pembina PNS, sekda terpilih sudah barang tentu juga memiliki rekam karir kepegawaian yang sangat panjang. Istimewanya, secara politis, sekda dianggap sebagai kepanjangan tangan kepala daerah, begitu besar kepercayaan kepala daerah padanya, sehingga ia wajib menginterpretasi sekaligus mensinkronkan visi misi kepala daerah dalam penggunaan APBD, tentunya agar sesuai dengan janji-janji kampanye pada saat pemilihan. Tak kalah penting ialah bagaimana seorang sekda selalu menjaga daerah agar tetap kondusif sehingga pemerintahan berjalan dengan aman dan lancar.
Inilah yang menjadi tanya besar saya kepada bapak Ade Suryaman, Sekda Kabupaten Sukabumi saat ini, beliau yang sebelumnya sangat terbuka dan (walau) dalam kondisi sesibuk apa pun masih mau menjawab pertanyaan wartawan, tetiba bungkam, saat ditanya anggaran yang belum terealisasi di Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi, meski sudah melewati pos perubahan dan kini pembahasan eksekutif vis a vis legislatif di gedung DPRD diagendakan untuk 2024 (khusus politik anggaran 2024 di Kabupaten Sukabumi, akan dibahas dalam tulisan tersendiri). Apalagi anggaran ini menyangkut pekerja media. Aya naon Pa Sekda ?
Oleh : Ilham Akbar
Kabiro Kabupaten Sukabumi