![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur (NTB)- Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya dalam menerapkan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel sebagai langkah strategis mencegah persoalan di kemudian hari.
Prinsip keterbukaan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, sebagai bagian dari reformasi tata kelola di lingkungan pendidikan.
Wathoni menegaskan, setiap anggaran yang masuk ke Dinas Pendidikan tidak akan dikelola secara tertutup, melainkan dibedah bersama seluruh jajaran pimpinan sebelum dieksekusi di lapangan.
“Pesan Pak Bupati sangat jelas, pengelolaan anggaran harus transparan. Begitu anggaran diterima, kami langsung bedah bersama seluruh pimpinan di lingkup Dinas Pendidikan, kemudian dieksekusi secara terbuka,” tegas Wathoni saat ditemui di Selong, Kamis (15/1/2026).
Ia menilai, transparansi bukan hanya soal kepatuhan administrasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk meminimalisir potensi konflik, kesalahpahaman, hingga persoalan hukum yang kerap muncul akibat pengelolaan anggaran yang tidak terbuka.
“Dengan keterbukaan, semua pihak tahu arah dan peruntukan anggaran. Ini sekaligus menjadi tameng agar persoalan-persoalan yang bisa muncul di kemudian hari dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Menurut Wathoni, penerapan transparansi juga sejalan dengan semangat membangun kepercayaan publik, khususnya di sektor pendidikan yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat luas.
Ia memastikan, proses perencanaan hingga pelaksanaan anggaran akan melibatkan koordinasi lintas bidang agar tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah.
“Kami ingin semua berjalan bersama. Ketika anggaran dikelola secara terbuka dan kolektif, maka pelaksanaannya akan lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Lombok Timur, lanjut Wathoni, berkomitmen menjadikan transparansi sebagai budaya kerja, bukan sekadar slogan.
Dengan pengelolaan anggaran yang terbuka dan bertanggung jawab, ia optimistis sektor pendidikan di Lombok Timur akan bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kalau dikerjakan bersama dan terbuka, insya Allah persoalan bisa diminimalisir dan tujuan besar pendidikan bisa kita capai,” pungkasnya.(Sae)
