![]()
LANGKAT | Buser24.com – Proyek pembangunan jalan hotmix di Kelurahan Harapan Jaya, Lingkungan III Jasa Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Jalan beraspal hotmix sepanjang ±100 meter yang baru beberapa hari selesai dikerjakan dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah. Lapisan aspal tampak mengelupas, agregat terlepas, dan permukaan jalan kupak-kapik di sejumlah titik.
Sorotan datang dari warga setempat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan, kecamatan, dinas teknis terkait, maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi.
Keluhan warga disampaikan kepada media pada Senin (5/1/2026), hanya beberapa hari setelah proyek dinyatakan selesai.
Lokasi proyek berada di Kelurahan Harapan Jaya, Lingkungan III Jasa Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.
Warga menilai kualitas pekerjaan sangat buruk dan tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, tidak ditemukan papan plank proyek di lokasi, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tersebut merupakan “proyek siluman” yang tidak transparan.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, lapisan hotmix terlihat sangat tipis dan diduga tidak melalui proses pemadatan maksimal. Akibatnya, aspal mudah terkelupas, terutama saat terkena air hujan.
“Baru beberapa hari selesai, aspalnya sudah hancur. Kalau hujan sedikit saja langsung terkelupas. Kami juga tidak tahu proyek ini dari dinas mana, anggarannya berapa, dan siapa rekanannya karena tidak ada papan informasi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek tersebut diduga menelan anggaran sekitar Rp400 juta. Namun ketiadaan papan proyek dinilai melanggar prinsip keterbukaan informasi publik (KIP) dan menyulitkan masyarakat melakukan pengawasan sosial.
Padahal, papan proyek merupakan kewajiban untuk memuat informasi penting seperti sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, serta pelaksana kegiatan.
Warga mendesak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan audit menyeluruh.
“Kami minta proyek ini diperiksa. Jangan sampai uang negara dihambur-hamburkan sementara hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi yang berwenang. Media ini akan terus melakukan penelusuran serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi dan kepentingan publik.
Reporter: Ucok Gultom
