![]()
BUSER24.COM, Lombok Timur (NTB)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur kini memfokuskan program besar pada perluasan jaringan distribusi air bersih, khususnya di wilayah selatan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan air.
Plt Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menegaskan bahwa wilayah selatan menjadi prioritas utama karena selama puluhan tahun masyarakat setempat belum pernah menikmati layanan distribusi air bersih secara memadai.
“Wilayah selatan ini rata-rata masyarakatnya selalu mengeluhkan kesulitan air. Bahkan ada hotel yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp5 juta per bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Sopyan Hakim Jumat, (9/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan kini memasuki tahap akhir. Sejumlah reservoir seperti di Gunung Malang dan Sidarjo telah rampung, disusul pemasangan pipa berdiameter besar menuju wilayah terdampak.
“Insyaallah dalam minggu-minggu ke depan akan dilakukan serah terima jaringan dari kontraktor ke pemerintah, lalu ke PDAM sebagai operator. Ini bagian dari program strategis Pak Bupati dengan dukungan anggaran sekitar Rp14 miliar melalui Cipta Karya,” jelasnya.
Sopyan juga meminta dukungan media dan masyarakat untuk menyuarakan informasi yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan, terutama terkait isu pemasangan sambungan rumah gratis.
“Ada regulasi yang harus dipahami bersama. Sambungan rumah sudah dianggarkan pemerintah sekitar tiga ribu SR baru, dan masyarakat diharapkan tenang serta mengikuti ketentuan PDAM,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan uji coba pemasangan meter air menjadi bukti nyata bahwa air yang telah dinantikan ratusan tahun kini benar-benar mengalir ke desa-desa di selatan.
“PR kami sekarang adalah mengelola jaringan ini sebaik-baiknya. Jangan sampai terulang kejadian jaringan sudah terpasang tapi air tidak mengalir. Karena itu PDAM dan PU selalu berkoordinasi sejak awal,” pungkasnya.(Sae)
