![]()
Buser24. com – Masyarakat Labura minta Presiden tinjau ulang keberadaan PT Agrinas Palma Nusantara regional 1 khususnya exs PT Graha dura Leidong Prima dan minta hengkang dari Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Terjadinya insiden pembunuhan terhadap masyarakat desa Sukarame Luis David Hutabarat di duga di lakukan petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (TNI BD dan Bo) exs PT Graha dura Leidong Prima Selasa, 16/6/26 sekitar pukul 16.00 wb di area perkebunan sitaan negara memicu amarah masyarakat.
Masyarakat menilai PT Agrinas Palma Nusantara selama ini tidak ada kerjaan sama yang baik terutama masyarakat sekitar, Agrinas menganggap musuh terang mertua almarhum dkk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari konban Toni Ramadan, Dodi, sutomi , awalnya kami naik sepeda motor bawa keranjang mau ke ladang nya mertua almarhum bermarga nainggolan langsung di hadang tanpa tanya oleh di duga petugas keamanan PT Agrinas Ba dan BO dengan cara memukul pakai gancu lalu di borgol tangan kami, joni saat konfirmasi bersama polisi di kantor polsek Kualuh Hulu membenarkan kejadian tersebut oknum TNI telah melakukan penganiayaan terhadap Luis David Hutabarat lalu joni minta tolong sama teman nya Toni, dodi dan sutomo terangnya.
Selang berapa jam kemudian masyarakat desa Sukarame mengejar yang diduga pelaku dengan mengemudi mobil avanza BM 1328 OI warna merah sampai ke kantor polsek Kualuh Hulu, masyarakat tiba di depan pintu gerbang polsek bisa membus sampai ke dalam karena gerbang polsek sudah di tutup.
Lalu masyarakat pulang, akibat kecewaan masyarakat terus membakar mess dan kantor PT Agrinas Palma Nusantara 3 pintu dan 4 pintu lagi rusak parah.
Sementara, Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku terkait kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan pimpinan, terduga pelaku telah diserahkan dan dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Kami telah mengamankan terduga pelaku. Selanjutnya, sesuai petunjuk pimpinan, yang bersangkutan telah dikirim ke Polres Labuhanbatu untuk penanganan lebih lanjut,” kata AKP Citra Yani kepada awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa yang berujung pada aksi pembakaran tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum guna menghindari terjadinya tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
(Tim)
