![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, bersama Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Kampung Bandar Mahligai dengan Kampung Sekerak Kiri tepatnya di Kecamatan Sekerak pada hari Jumat tanggagl 8 Mey 2026 lalu.
Peresmian jembatan tersebut berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kehadiran jembatan gantung ini menjadi punggung dan harapan baru bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Terlihat dalam Prosesi peresmian jembatan gantung tersebut diawali dengan peusijuek sebagai bentuk rasa syukur, dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Aceh Tamiang bersama Ketua DPRK Aceh Tamiang dan didampingi dari unsur Forkopimda sebagai tanda resmi difungsikannya jembatan tersebut untuk masyarakat umum.

Bupati Armia Pahmi menyampaikan setelah prosesi pemotongan pita mengatakan “apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan, khususnya TNI Angkatan Darat dan Vertical Rescue Indonesia yang turut membantu percepatan pembangunan akses vital masyarakat di Kecamatan Sekerak.
“keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda bukan hanya sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Jembatan ini bukan hanya sebagai sarana penghubung antar kampung, tetapi juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan kemajuan masyarakat. Kehadiran jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial warga,”ucap Bupati Armia Pahmi.
Lanjut Bupati sebutkan “sebanyak 893 kepala keluarga kini dapat menikmati akses transportasi yang lebih mudah dan aman. Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan perahu tradisional atau memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk menyeberangi Sungai Tamiang setelah akses lama terputus akibat banjir bandang.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus berkomitmen meningkatkan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang terdampak bencana. Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Raden Subhi Fitra Jaya, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana.
Ia menjelaskan, pascabanjir bandang pada November 2025 lalu, akses penghubung antar desa di Kecamatan Sekerak mengalami kerusakan parah sehingga aktivitas masyarakat terganggu total.
“Pasca banjir bandang, akses antar desa terputus total dan masyarakat mengalami kesulitan beraktivitas. Atas arahan Presiden RI kepada Kasad, dibangunlah Jembatan Gantung Perintis Garuda ini sebagai solusi percepatan pemulihan infrastruktur masyarakat,” jelasnya.
“Pembangunan jembatan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan melalui kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Jembatan gantung dengan panjang bentangan mencapai 280 meter dan lebar 1,2 meter itu dibangun melalui kolaborasi antara Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25 Siwah Lhoksukon, Yon TP 853 Pedawa Idi Aceh Timur, serta Vertical Rescue Indonesia.
Ketua DPRK: “Infrastruktur Desa Harus Menjadi Prioritas”
Di tempat terpisah, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman dan daerah terdampak bencana.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan jalan sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kami di DPRK Aceh Tamiang sangat mendukung pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dan Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga distribusi hasil pertanian masyarakat,” ujar Fadlon.

Fadlon juga mengatakan “sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut dalam waktu relatif singkat. kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus dipertahankan demi mempercepat pembangunan di berbagai wilayah terpencil di Aceh Tamiang.
“Kita berharap ke depan pembangunan infrastruktur di daerah pelosok terus menjadi perhatian bersama, sehingga masyarakat dapat menikmati akses yang layak dan aman untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,”ucapnya
Selain itu, Ketua DPRK Aceh Tamiang juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas ini dengan baik. Karena jembatan ini dibangun untuk kepentingan bersama dan manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tutupnyatutupnya, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan peresmian turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh Tamiang, para asisten dan staf ahli bupati, kepala SKPK, unsur Forkopimcam, Datok Penghulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi peresmian jembatan.
Dengan diresmikannya Jembatan Gantung Perintis Garuda, diharapkan konektivitas antar wilayah di Kecamatan Sekerak semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Reporter : Andi
