![]()
Batu Bara, Buser24.com — Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prosedur resmi pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pembayaran pajak kendaraan, Satlantas Polres Batu Bara menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Polantas Menyapa”, Jumat (06/03/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas, Simon Elika Simatupang, dan dilaksanakan di area pelayanan SIM serta pembayaran pajak kendaraan di Samsat Polres Batu Bara.
Melalui program ini, personel kepolisian turun langsung menyapa masyarakat yang sedang mengurus SIM. Petugas memberikan edukasi menyeluruh terkait alur pelayanan, persyaratan administrasi, hingga tahapan ujian yang wajib dilalui setiap pemohon.
Selain penjelasan secara lisan, masyarakat juga menerima brosur informatif berisi mekanisme resmi pengurusan SIM. Materi tersebut diharapkan menjadi panduan praktis agar masyarakat memahami proses pelayanan secara mudah, benar, transparan, serta terhindar dari praktik percaloan.
Kasat Lantas menegaskan, kegiatan “Polantas Menyapa” merupakan wujud komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, humanis, dan profesional.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami prosedur pengurusan SIM secara resmi, tanpa calo dan tanpa kebingungan. Edukasi langsung seperti ini diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang cepat, tertib, dan transparan,” ujarnya.
Tak hanya memberikan sosialisasi, personel juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Berbagai pertanyaan dijawab secara persuasif dan ramah guna menciptakan suasana pelayanan yang nyaman sekaligus membangun kepercayaan publik.
Respons warga di Batu Bara terpantau positif. Sejumlah pemohon SIM mengaku merasa terbantu karena kini lebih memahami tahapan pengurusan serta dokumen yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti proses pelayanan.
Melalui program tersebut, jajaran lalu lintas setempat terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung transformasi menuju institusi yang Presisi, transparan, dan semakin dipercaya publik.
(Nando Sagala)
