![]()
Langkat (Sumut) | buser24.com – Menanggapi pemberitaan viral terkait matinya ribuan ikan di Sungai Bengkel, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, pihak Pabrik Pengolahan Tebu PTPN Kwala Madu angkat bicara.
Isu yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kematian ikan tersebut diduga akibat aliran limbah beracun yang berasal dari aktivitas pabrik. Namun pihak manajemen pabrik membantah tudingan tersebut.
Perwakilan PTPN Kwala Madu, Syuhada, kepada wartawan menjelaskan bahwa pihak pabrik memang mengalirkan air keluar dari area produksi, namun air tersebut merupakan air kondensat atau air pendingin mesin, bukan limbah berbahaya.
“Air yang dialirkan itu adalah air kondensat atau air pendingin mesin. Air tersebut juga selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengairan sawah dan ladang,” ujar Syuhada.
Ia menegaskan bahwa pihak pabrik tidak mungkin membuang limbah ke aliran sungai maupun ke lahan pertanian warga apabila air tersebut masih mengandung zat berbahaya.
“Intinya, dari kami tidak mungkin membuang limbah ke sungai atau ke ladang petani jika air tersebut masih mengandung zat beracun,” tegasnya.
Meski demikian, pihak pabrik tetap menghormati proses pemeriksaan dan uji laboratorium yang tengah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami mewakili manajemen dan direksi pabrik menghormati proses uji laboratorium dari dinas terkait dan akan menunggu hasil resmi sebagai dasar informasi yang akurat,” pungkas Syuhada.
Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium dari instansi terkait masih dalam proses.
Reporter: Red
Editor: Mas bagus
