![]()
buser24.com.Langkat (Sumut) –
Beredar pemberitaan disejumlah media ribuan spesies ikan mati mengapung di sungai bengkel/cabang, Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten. Langkat Sumatera Utara sudah mulai menemui titik terang, berdasarkan infestigasi penelusuran dari dinas lingkungan hidup kabupaten Langkat pada Kamis(5/2/2026) sekira pukul10.00 WIB.
Berdasarkan informasi dan keterangan warga tentang adanya aliran limbah yang akibatkan ribuan spesies ikan mati adalah aliran dari pabrik gula Kwala yang madu yang sebelumnya PTPN II kini menjadi PTPN.I Regional.I
Menurut warga imam” itu sudah sering terjadi apabila panen tebu, saat pabrik buang limbah maka selalu ikan ikan pada keracunan dan mati terapung” ucapnya.
Namun begitu Ilham menuturkan belum pernah ada tanggapan dari instansi terkait untuk menindak lanjuti dan mengambil tindakan tegas atas kejadian ini.
Kepala dinas lingkungan hidup kabupaten Langkat melalui staf nya Rajianto dan kawan.kawan yang melakukan kroscek monitoring di lapangan menjelaskan kepada wartawan masih dalam penelusuran ” ini masih kami telusuri bang di lapangan dan kami masih menuju pabrik pengolahan tebu Kwala madu PTPN.I Rehional.I untuk memastikan kebenaran saluran limbah berasal…” Tuturnya.
Lanjutnya dalam hal itu apabila sudah ada kami dapati sumber permasalahan yang akibatkan ikan mati diduga terkena limbah beracun” nanti ya bang apa hasilnya kami lapor ke pak kadis, dan apa langkah yang akan di ambil tentunya kami serahkan kepada pak kadis” tutupnya di dalam telpon.
Harapan warga agar kiranya kejadian ini tidak terulang kembali yang dampaknya pasti sangat banyak pihak yang dirugikan dalam hal pencemaran lingkungan maupun kerusakan ekosistem” kami berharap kepada bapak kepala dinas lingkungan hidup, tindak tegas!!!pelaku usaha yang tidak taat prosedur, agar lingkungan dan masyarakat tidak dirugikan akibat pengusaha nakal” sambung Umar sebagai tokoh lingkungan didesanya.
Reporter: red
