![]()
Buser24com. Kepulauan Meranti, – Proyek pembangunan jaringan irigasi di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Riau, menjadi sorotan publik karena diduga dikerjakan asal jadi.
Hasil pantauan di lapangan 29 Januari 2026, menunjukkan pekerjaan proyek di beberapa desa, seperti Desa Sungai Cina, Desa Mekarbaru, dan Desa Melai, Desa Sendaur, hal ini sangat diragukan.
Ketua Kelompok tani Desa Mekarbaru mengatakan, ia sudah memberitahu pihak pelaksana pekerjaan bahwa proyek ini diduga asal jadi. “Saya tidak tahu jumlah anggaran dan besteknya, dan belum ada serah terima pekerjaan,” katanya.
Ditambahnya, ini Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi tahaf ke 2, Desa kami dapat 3 unit, Desa lainpun ada.
Masyarakat berharap pihak terkait dan aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan langsung kelokasi pekerjaan . “Jangan asal serah terima, yang menjadi korban para petani,” kata warga.
Beberapa Oknum Kepala Desa , saat dikonfirmasi awak media ini, merasa kecewa dengan pelaksanaan proyek pembangunan jaringan irigasi. “Pihak pelaksana tidak melaporkan pekerjaan ini kepada kami, padahal wilayah pekerjaan itu adalah wilayah kami,” kata salah satu Kades.
Kades menambahkan, seharusnya pihak pelaksana menjunjung transparansi dengan mencantumkan jumlah anggaran. “Ini proyek APBN, harus jelas. Kalau ada masalah, kami tidak ikut campur, seharusnya masuk rumah orang harus ada assalamualaikum,” katanya.(Team Redaksi)
