![]()
Batu Bara,Buser24.com – Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama unsur Forkopimcam dan instansi terkait melakukan pengecekan langsung kondisi Bendungan Sei Manggar yang berada di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Air Putih, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Batu Bara dan turut dihadiri Kapolsek Indrapura AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H., sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan sistem irigasi pertanian yang menopang kehidupan ribuan petani di wilayah tersebut.
Pengecekan dilakukan di dua titik utama, yakni Bendungan Sungai Dalu-Dalu dan Bendungan Sei Manggar Desa Tanjung Muda, yang selama ini menjadi sumber aliran air irigasi bagi lahan persawahan di Kecamatan Air Putih, Sei Suka, hingga Medang Deras.
Dari hasil peninjauan di lapangan, diketahui bahwa tingginya sedimentasi pasir di sepanjang aliran sungai mencapai kurang lebih 7 kilometer, menyebabkan aliran air tidak maksimal masuk ke sungai Tanjung maupun sungai Alang Tahar.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan karena berpotensi mengganggu distribusi air irigasi ke persawahan masyarakat,” ujar salah satu pejabat yang hadir di lokasi.
Saat pengecekan berlangsung, tampak air sungai berwarna keruh akibat timbunan pasir dan endapan yang menutup jalur aliran. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini telah dilakukan pengerukan dan pengangkatan sendimen pasir menggunakan alat berat excavator.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten II Pemkab Batu Bara Rusian Heri, S.Sos, Kadis Pertanian Susi L. Ritonga, Kabid Pertanian Armen Syam, Pengawas Bendungan Sei Manggar Johan Lumbangaol, serta Pengawas Bendungan Perkotaan Hamza.
Dijelaskan, pada aliran Sungai Tanjung terdapat dua bendungan utama, yakni Bendungan Perkotaan dan Bendungan Tanah Merah, yang berfungsi membagi aliran air irigasi untuk wilayah Kecamatan Air Putih. Sementara pada aliran Sungai Alang Tahar terdapat Bendungan Simodong yang menyuplai kebutuhan irigasi pertanian di Kecamatan Sei Suka dan Medang Deras.
Meski saat ini aliran sungai kembali terisi akibat curah hujan dari wilayah Kabupaten Simalungun, namun kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang.
Oleh karena itu, hasil kesimpulan bersama menyepakati bahwa normalisasi sungai secara menyeluruh, termasuk pengangkatan sendimen pasir dan pembersihan sampah, menjadi langkah mendesak yang harus segera dilakukan.
Kapolsek Indrapura AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H. menegaskan pihak kepolisian siap mendukung setiap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan dan keamanan lingkungan.
“Kami siap bersinergi agar proses normalisasi berjalan aman dan lancar demi kepentingan masyarakat, khususnya para petani,” tegasnya.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan distribusi air irigasi dapat kembali normal sehingga aktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Batu Bara tetap berjalan optimal dan terhindar dari ancaman gagal panen.
(Nando Sagala)
