![]()
Batu Bara,Buser24.com — Warga Kabupaten Batu Bara digemparkan dengan penemuan dua jenazah nelayan di perairan Pantai Citra, Dusun III, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Senin (12/01/2026) pagi. Kedua korban diketahui merupakan warga Kecamatan Medang Deras yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak saat melaut.
Korban masing-masing bernama Bahrum (67), warga Dusun Mesjid Barat, Desa Lalang, dan Muslihat (55), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.
Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala menjelaskan, peristiwa bermula pada Minggu (11/01/2026) sekira pukul 13.00 WIB ketika saksi Mhd. Hanafi bersama kedua korban berangkat memancing menggunakan sampan jaring udang yang dikemudikan oleh korban Muslihat.
Sekitar pukul 17.00 WIB, saat perjalanan pulang melintasi jalur perairan antara PT Domba Mas dan PT Multi Nabati Asahan, ombak besar datang menerjang sampan hingga menghantam tiang dermaga. Akibat benturan tersebut, sampan terbalik dan terbelah dua. Ketiga orang yang berada di atas sampan terlempar ke laut.
Saksi Hanafi berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah jerigen dan berenang ke pantai. Sementara kedua korban lainnya, Bahrum dan Muslihat, terseret arus dan dinyatakan hilang.
Upaya pencarian segera dilakukan oleh keluarga korban bersama pihak kepolisian, dibantu unsur Airud, KAMLA, Basarnas, serta nelayan setempat. Namun hingga malam hari, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Keesokan harinya, Senin (12/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, dua warga keluarga korban yakni Zulfikar dan Dede Sulaiman, bersama sejumlah warga, kembali melakukan penyisiran di sekitar perairan Pantai Citra. Mereka menemukan dua jenazah terapung sekitar 20 meter dari bibir pantai.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Indrapura dan Polsek Medang Deras. Sekira pukul 09.30 WIB, personel gabungan bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Batu Bara tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kedua jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Klinik H. Harun guna dilakukan pemeriksaan medis dan visum luar.
Hasil pemeriksaan memastikan identitas korban sesuai dengan laporan orang hilang. Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi diketahui Kepala Desa Lalang.
Selanjutnya, kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka masing-masing.
Pihak kepolisian tetap melakukan pendataan dan pemeriksaan saksi-saksi guna melengkapi administrasi penyelidikan serta membuat laporan resmi kejadian sebagai gangguan keamanan.
(Nando Sagala)
