
Buser24,Com.Langkat Sumatra Utara – Di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, hidup seorang pria renta bernama Sagiman (65).
Dulu, aktifitasnya mengais rezeki dengan berjualan gorengan seadanya,namun belakangan ini,Sagiman tidak beraktifitas lagi karena kaki sebelah kanan,telah Diamputasi.
Berjualan gorengan setiap hari adalah mata pencaharian baginya, hal ini dilakukan demi menghidupi diri dan keluarga,kini setelah kakinya diamputasi sehariannya hanya duduk dikorsi roda,Sagimanpun tidak lagi dapat menafkahi keluarganya seperti sedia kala.
Namun, di balik senyum lebarnya, saat itu dia tetap sabar dan pasrah akibat digerogoti penyakit diabetes,kenangnya,pada Media,Jum’at (29/8/2025),dikediamannya.
Diriwayatkan : Sudah beberapa bulan terakhir kala itu luka di kakinya tidak kunjung sembuh. dokterpun menyarankan agar kakinya segera diamputasi bila ingin terhindar dari risiko yang lebih buruk saran paramedis itupun diamininya,untuk diamputasi.
Dibalik itu, Sagiman hanya bisa pasrah. Bukan karena takut kakinya diamputasi,,, melainkan karena keterbatasan biaya yang membuatnya tak berdaya.
“Saya hanya ingin sehat, agar bisa lebih mudah beribadah. Kalau memang harus diamputasi, saya ikhlas. Hanya saja, saya tidak punya biaya untuk membeli sebuah kaki palsu,” ucapnya dengan suara lirih, menahan rasa kepedihan akibat keterbatasan ekonomi yang terus menghantuinya,sebelum menjalani amputasi dari paramedis kala itu,ucapnya,lirih
Sagiman menyadari, penghasilannya dari berjualan gorengan tidak akan pernah cukup untuk membeli kaki palsu Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Langkat maupun para dermawan sudi mengulurkan tangan membantu meringankan beban hidupnya.
Di usia senjanya, Sagiman tidak meminta banyak. Hanya satu harapan sederhana yang selalu ia panjatkan, agar dia bisa tetap menjalankan ibadah dengan tenang,walau dengan kaki ‘ Palsu ‘.
Kini, di balik derita seorang penjual gorengan, tersimpan sebuah harapan besar akan kepedulian dan rasa empati dari halayak ramai,terutama Pemkab Langkat.
Sagiman berharap, menanti uluran tangan para Dermawan agar langkahnya bisa normal berjalan,meski dengan kaki palsu” dia bisa tegap menuju jalan pengabdian kepada Tuhan yang maha Esa.(Allah).
Reporter : Ucok Gultom.