Beranda FAKTA & PERISTIWA Tiga Tahun Lebih Mengalami Kelumpuhan, Keluarga Derman Memohon Uluran Tangan Dermawan

Tiga Tahun Lebih Mengalami Kelumpuhan, Keluarga Derman Memohon Uluran Tangan Dermawan

BERBAGI

Buser24.Com, Nias Selatan:

Nasib Menyedihkan menimpa Derman Jaya Baene (38) warga dusun Silimaewali Desa Sinar Baru daro-daro, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara yang dilanda kelumpuhan dari bulan April Tahun 2019 akibat jatuh sendiri di sepeda motor roda dua.

Derman Jaya Baene (38) adalah tulang punggung dari keluarga dan mempunyai 2 orang anak, anaknya laki-laki (10) masih sekolah kelas V di SD Negeri Sinar Baru Kecamatan Lahusa dan anaknya perempuan (11) Kelas I SMP Negeri 1 Lahusa dan tinggal di rumah yang sederhana

Saat ditemui awak media di tempat kediamannya, Rabu (1/09/2021) Derman Jaya Baene (38) mengaku tak pernah tersentuh namanya bantuan Sosial baik dari pemerintah Pusat sampai pemerintah Desa setempat, dia mengalami Kelumpuhan sejak bulan April tahun 2019 sampai sekarang hanya bisa terbaring di tempat tidur, dan masih terpasang kateter dan urine bag

Sesekali, dia duduk di kursi roda, di bantu oleh istrinya untuk menghilangkan rasa kejenuhan dengan keluar dari tempat tidur, Derman Jaya Baene tak mampu berjalan karena mengalami kelumpuhan di sebagian fisiknya termasuk tangannya, dan sampai hari ini masih terpasang Kateter dan urine bag serta luka dekubitus di bongkok belakang akibat terlalu lama terbaring di tempat tidur
Saya mengalami kelumpuhan ini sejak bula April tahun 2019 sampai hari ini belum pernah sekalipun tersentuh namanya bantuan Pemerintah baik dari Pemerintah desa Sinar Baru daro-daro, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Pemerintah Pusat, dan saya berharap kepada Pemerintah dan para dermawan untuk dapat perhatian”, ucap Derman Jaya pada saat ditemui di rumahnya.

Yuliman Telaumbanua (35) istri dari Derman Jaya Baene menyampaikan, kami keluarga sudah berusaha kemana-mana baik pengobatan di rumah sakit maupun pengobatan alternatif, namun belum sembuh juga sampai hari ini, sejak suami saya mengalami kelumpuhan hidup kami selalu dalam keterbatasan ekonomi dan untuk mencari nafkah keluarga yang seharusnya kepala keluarga tapi apa daya suami saya mengalami kelumpuhan sehingga saya kerja menjual pisang goreng tiap hari untuk membantu kebutuhan keluarga dan membeli kateter dan urine bag kepada suami saya”, Ucapnya. (Gasa Bali)