Beranda SOSIAL BUDAYA Syekh H.DR.Zikmal Fuad, MA Akui Almarhum Tuan Syekh H.Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi...

Syekh H.DR.Zikmal Fuad, MA Akui Almarhum Tuan Syekh H.Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi Adalah Wali Allah Di Pulau Selingkar

BERBAGI

Buser24.com | Langkat ( Sumut ).

Rombongan zuriat Almarhum Tuan Syekh H. Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi bergelar Datuk Panglima Hitam Pulau Selingkar Gebang pererat tali silaturahmi melepas rindu ke Tuan Guru Babusalam Syekh H.DR. Zikmal Fuad, MA, Sabtu, ( 26/6/2021) Sekira pukul 11.00 Wib.


Turut hadir bersilaturahim dengan Tuan Guru Babusalam Syekh H.DR. Zikmal Fuad, MA dari Zuriat Tuan Syekh H. Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi adalah Syekh Muda Marwan Fauzi, SPd, Khalifah Bob Ali, H.Syahrial Am, SH, Azhar, Sayuti Akmal, Aulia, Herman ( Komo), Husni, Mahruzar, Jahril.

H.Syahrial Am, SH mewakili Zuriat Almarhum Tuan Syekh Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi dalam penyampaian kepada Tuan Guru Babusalam menyampaikan,

Terima kasih atas sambutan hangat Tuan Guru Babusalam.

Dalam kesempatan tersebut H.Syahrial Am, SH tak lupa memperkenalkan seluruh Rombongan Zuriat Tuan Hakim begelar Datuk Panglima Hitam.

Sedikit mengutarakan bagaimana perjalanan Tuan Syekh Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi yang masih keponakan Almarhum Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan Alkalidi Naksabandi yang awal nya seorang yang di takuti hingga Perairan Selat Malaka.

Namun setelah bertemu Paman nya tak lain Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan di nasehati untuk mendalami Ilmu Agama Islam , berkat kesungguhan dan keinginan nya mendalami islam Aswad ( panggilan Tuan Hakim waktu Muda) atau Panglima Hitam bertempat tinggal di Babusalam ikut Paman nya Syekh Abdul Wahab Rokan Tuan Guru Babusalam pertama, membantu Paman nya mengembangkan ilmu islam di masa Kesultanan Langkat Sultan Musa.


Karena keinginan nya du rasa lebaran h dari cukup bekal ilmu islam yang di ajarkan Paman nya untuk mengembangkan ajaran islam, selanjutnnya Tuan Hakim menemui Sultan Musa meminta Pulau Selingkar sebagai tempat tinggal bersama sanak keluarga beserta pengikut nya mengembangkan Tarikat Naksabandi hingga kini di makamkan di Pulau Selingkar.

Tuan Guru Babusalam Tuan Syekh H. DR Zikmal Fuad, MA Bin Muhammad Bin Syekh H. Mu’im Bin Syekh Abdul Wahab Rokan dalam penerimaan nya terhadap rombongan Zuriat Tuan Hakim
menyampaikan, Ucapan suka cita dan gembira nya atas kedatangan rombongan Zuriat Tuan Hakim masih keluarga dekat serumpun Tuan Guru Babusalam Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, sekaligus menyarankan untuk di lakukan HUL Wafat nya Tuan Hakim yang merupakan salah seorang Wali Allah yang berdiam di Pulau Selingkar masih keponakan kandung Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan Alkalidi Naksabandi selaku Tuan Guru Pertama Babusalam, tak lupa memberikan masukan untuk menyusun buku sejarah Tuan Hakim merupakan salah seorang Wali Allah, Kata Tuan Syekh H. Zikmal Fuad, MA.

Sebelum menemui Tuan Guru Besilam, Zuriat berkumpul di rumah Tuan Hakim tepat nya di sebelah Rumah Persulukan Tarikat Naksabandi Babusalam.Setiap Zuriat yang datang ke Babusalam selalu beristirahat di rumah tetsebut, terlebih di masa HUL Wafat nya Tuan Guru Babusalam.

Rombongan Zuriat Tuan Hakim di terima baik oleh penjaga rumah Tuan Syekh Abdullah Hakim bernama, Khalifah H.Zuhrol Fuad’ Naim ( anak dari Hj.Salamah dari Rahma Cantik anak dari Syekh Wahab Rokan)dan Istri Fauziah anak dari Halimatusadiah Anak dari Habibah anak dari Tuan Syekh Abdulah Hakim Alkalidi Naksabandi .

Usai bersilaturahmi dengan Tuan Guru Besilam lanjut photo bersama, Rombongan Zuriat Tuan Hakim melanjutkan perjalanan Ziarah ke Pulau Selingkar di makam Tuan Syekh H.Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi.

Menempuh perjalanan dengan sampan bermesin ( Bot) selama 30 menit dari Pelantaran Tebing Ujung Dusun l, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang menuju Pulau Selingkar.

Terkait pengembangan Tarikat Naksabandi di Pulau Selingkar beserta Zuriat Tuan Hakim dan pengikut nya di masa itu hingga kini masyarakat Langkat dan pemerintahan meyakini merupakan Situs Sejarah tentang bagian perkembangan Islam di Langkat, di kenal hingga Malaysia, Berunai Darusalam, Singapura , Roma. Hubungan Tuan Hakim dengan Raja Langkat Sultan Musa tidak di ragukan lagi hingga Raja Siak Riau, bahkan setelah Sultan Musa Wafat di gantikan Sultan Abdul Azis hubungan Tuan Hakim sangat dekat dengan Kesultanan Langkat.

Tuan Syekh Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandiyah memilik 4 orang istri, yang pertama Wan Uteh dari Tanah Putih Riau, kedua Wan May dari Tanah Putih Riau, ketiga Wan Sawiyah dari Tanah Putih Riau, keempat Wan Hijau dari Malaiysia, Terang Khalifah Ustadz Bob Ali.

Tuan Syekh Abdullah Hakim Alkalidi Naksabandi lahir 1226 H – 1850 M, wafat 10 Muharam 1336 H – 1918 M.

Seiring perkembangan zaman mengingat transportasi laut sangat sulit di jangkau , serta berkaitan dengan Zuriat Tuan Hakim merupakan keluarga besar berada di mana mana, memiliki usaha dan pekerjaan mencari kehidupan masing masing di luar Pulau Selingkar, Seiring waktu tertinggal padahal ada Sekolah Dasar dan merupakan suatu Dusun masuk Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara bernama Pulau Selingkar.

Syekh Muda Ustadz Marwan Fauzi, SPd anak dari Syekh Hamdan Aharo, BA selaku Zuriat Tuan Hakim adalah selaku pemegang mandat Persulukan Tarikat Naksabandi melanjutkan Nosah Persulukan Pulau Selingkar dengan merujuk ilmu Tarikat Naksabandi dari Almarhum Syekh Tajudin masih Zuriat Abdul Wahab Rokan Babusalam, ketika di kompirmasi di Pulau Selingkar mengatakan,

Seiring perkembangan untuk jamaah Tarikat Naksabandi terus nerkembang. Jamaah juga termasuk keluarga Zuriat Tuan Hakim , kerabat dan masyarakat umum.

Budayawan Langkat Drs. Zainal AK ketika di kompirmasi terkait Tuan Hakim membenarkan kedekatan hubungan Tuan Hakim dengan Raja Langkat dan Tuan Guru Babusalam Tuan Syekh Abdulah Hakim Alkalidi Naksabandi berkaitan dengan perkembangan sejarah islam di Nusantara.

Reporter : AYR