Beranda Kilas Berita Proses Pemakaman Salah Seorang Warga Desa Jaharu A Diduga Terindikasi Covid 19...

Proses Pemakaman Salah Seorang Warga Desa Jaharu A Diduga Terindikasi Covid 19 Menerapkan Prokes

BERBAGI

Buser 24 com. Galang. Armah binti Adil, 49 tahun penduduk Dusun II, Desa Jaharun A, Kecamatan Galang, meninggal dunia. Diduga ibu dari tiga orang anak itu meninggal karena terpapar Covid 19 dari adik kandungnya Nurlia, 47, tahun yang positif Corona 19 dan kini dirawat di RS H Adam Malik Medan.

Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, awalnya lebih dahulu Nurlia adik kandung almarhumah yang rumahnya bersebelahan yang terpapar Covid 19. Bermula dari 28 April 2021, Nurlia mengalami demam panas yang tinggi.

Ketika itu Nurlia langsung di rapid test oelah petugas kesehatan Puskemas Kecamatan Galang. Setelah beberapa hari Sweb Nurlia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan positif terpapar Covid 19. Nurlia pun langsung dilarikan ke RS H Adama Malik Medan untuk menjalani pengobatan secara intensif sekaligus isolasi.

Sedangkan almarhumah Armah binti Adil yang sempat beriteraksi dengan adiknya itu 3 hari kemudian mengalami demam panas yang sama. Bedanya, almarhumah ketika hendak di rapid test petugas kesehatan Puskesmas tidak berkenan.

Meski dibujuk oleh Kepala Dusun dan Kepala Desa serta petugas kesehatan, namun Armah tidak bersedia di rapid test. Sepertinya ia takut dan trouma bila kelaknya hasil rapid tesnya positif.

Hari Sabtu tanggal 14 Mei, barulah almarhum Armah bersedia dia di rapid test. Kepala Desa Jaharun A langsung membawanya ke Puskesmas Galang. Rencananya Senin ini (17/05/2021) akan diketahui hasilnya.

Namun hari senin ini juga (17/05/2021) sekitar pukul 06:00 WIB, Arma menghembuskan nafas terakhir di rumahnya Dusun II, Jaharun A.

Kepala Desa Jaharun A, Sanu Yusri mendapat kabar tentang meninggalnya Armah, langsung melaporkannya Kepada Camat Galang, Asma Fitriyan Syukri SSTP MSi dan petugas kesehatan Puskesma Galang.

Camat Galang, Asma Fitriyan Syukri mendapat kabar dari Kepala Desa langsung turun ke lokasi rumah duka. Asma Fitriyan Syukri bergerak cepat untuk membimbing serta mengarahkan proses fardhu kifayahnya agar tidak terjadi kesalahpahaman pihak keluarga mengenai penerapan protokol kesehatan dalam penguburan warga yang meninggal terpapar Covid 19. Hal ini mengingat warga Desa Jaharun A dikenal sangat relegius.

Tidak hanya sampai disitu, disela sela takkjiah di rumah duka Camat Asma Fitriyan juga menghimbau warga yang takjiah untuk tidak abai dan lengah serta tetap dan terus menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-harinya dengan menerapkan 5 M yakni diantaranya mencuci tangan dan menyediakan handsanitizer, selain dari pada menggunkan masker . Mengingat akhir akhir ini angka warga Kecamatan Galang yang terpapar covid 19 cukup tinggi.

Usai melaksankan pemakamam jenazah Armah di kuburan umum, Camat Galang meminta Tim Covid 19 Kecamatan Galang untuk terus memantau pihak pihak yang pernah beriteraksi dengan almarhum Armah dan Nurlia.

Sementara Nurlia yang dirujuk dan di rawat di Rumah Sakit H Adam Malik Medan sejak 11 hari lalu, dikabarkan 4 hari lagi dari sekarang akan kembali ke rumahnya. Karena dianggap sudah 15 hari dirawat dan menjalani isolasi
(Lb)