Beranda FAKTA & PERISTIWA Pemko Pekanbaru Tegaskan , Jika Menolak di Isolasi , OTG Tidak Mendapatkan...

Pemko Pekanbaru Tegaskan , Jika Menolak di Isolasi , OTG Tidak Mendapatkan Layanan Sosial Selama 6 Bulan 

BERBAGI

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih

PEKANBARU , BUSER24.COM –– Upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengatasi solusi untuk percepatan pemutusan mata rantai virus corona terus digesah , berbagai upaya yang telah dilakukan , baik melalui himbauan , maupun penangganan secara medis . Meskipun kerja keras Pemko Pekanbaru dalam memberikan pelayanan dan penangganan , kunci utamanya adalah kembali kesadaran masyarakat sendiri  .

Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST. MT, telah menandatangani Peraturan Walikota (Perwako) tentang pedoman isolasi mandiri bagi orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, M Noer melalui, Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, ada sanksi administrasi pada Perwako tersebut.

Bagi OTG yang tidak mengindahkan Perwako itu dan yang menolak dirujuk ke fasilitas pemerintah, mereka dikenakan sanksi tidak mendapat pelayanan sosial selama enam bulan.

“Tidak mendapat pelayanan sosial selama 6 bulan. Jadi kalau dia mau urus KTP, perizinan itu gak bisa dia urus selama 6 bulan,” ujar Zaini, Senin (19/10/2020).

Perwako itu berisi pedoman pasien positif tanpa gejala Covid-19 maupun yang memiliki gejala ringan, agar mereka melakukan isolasi di fasilitas pemerintah.

Menurutnya, seluruh OTG wajib mengikuti regulasi Perwako tersebut. Selama ini para petugas puskesmas kesulitan merujuk OTG untuk melakukan isolasi ke fasilitas yang telah disiapkan Pemko Pekanbaru.

Dengan adanya perwako tersebut diharapkan seluruh OTG yang menjalani isolasi dibawah pengawasan pemerintah. Lebih dari 1.000 OTG saat ini menjalani isolasi mandiri dirumah masing-masing.

“Kondisi itu dikatakan Zaini, dikahwatirkan akan terjadinya penyebaran virus terhadap keluarga dekat maupun lingkungan sekitar,” terangnya.

Dalam Perwako itu, OTG dapat isolasi mandiri dirumah jika memenuhi standar. Diantaranya, pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah dirawat di kamar tersendiri. Punya peralatan pribadi sendiri, dan pakaian dicuci terpisah.

Selama isolasi mandiri di rumah, pasien juga harus melengkapi diri dengan vitamin guna menambah daya tahan tubuh. Kemudian, suhu tubuh diperiksa setiap dua hari. Lalu, kesehatan diperiksa secara rutin ke Puskesmas.

Selama isolasi mandiri, pasien dilarang berkontak dengan keluarga. Apalagi, keluar dari ruangan atau kamar isolasi tanpa izin petugas , tutur Zaini . Tim Pekanbaru Riau