![]()
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Dalam rangka pengumpulan data penelitian yang diselenggarakan oleh pihak sekolah pasca sarjana Universitas Terbuka, Yayasan Ekosistem dan Budaya Nusantara (EKOBA) Aceh Tamiang turut menghadiri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD).
Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi multipihak dalam penanganan dan mitigasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, tujuan FGD ini dilaksanakan seabagai wadah Untuk memperoleh Masukan, pandangan Serta pengalaman dari para pemangku kepentingan terkait pengelolaan banjir hidrometeorologi khususnya Kerangka governance Networks dan pendekatan complexs adaptive system.

Pelaksanaan FGD juga melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga teknis, aparatur kampung, unsur TNI, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran para pihak diharapkan mampu memberikan masukan komprehensif terhadap proses penelitian yang sedang dilakukan, khususnya terkait kondisi kerentanan, kesiapsiagaan masyarakat, dan tata kelola kebencanaan di wilayah Aceh Tamiang.
perwakilan dari Yayasan EKOBA, Andi Nur Muhammad menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam forum seperti ini sangat penting untuk memastikan perspektif masyarakat dan lingkungan hidup turut menjadi bagian dalam perumusan kebijakan maupun rekomendasi penelitian.
“FGD ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Terkait hal ini, Yayasan EKOBA hadir dalam mendukung penuh penelitian yang berbasis data lapangan dan partisipasi masyarakat, terutama dalam upaya membangun ketangguhan daerah terhadap risiko bencana,”Ungkap Andi Nur Muhammad, Sabtu (23/05/26). Yang bertempatkan Dihotel Jagoci Inn Aceh Tamiang.

lanjut Andi Katakan “Yayasan EKOBA berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam menyusun kebijakan pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan”, akhir penyampaian Andi Nur Muhammad.
Disamping itu, Kegiatan FGD ini berlangsung secara interaktif dan dilanjutkan berbagai diskusi mengenai tantangan kebencanaan, kebutuhan masyarakat, serta strategi penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Reporter ; Andi
