Beranda FAKTA & PERISTIWA KIP Fajar Utama Merupakan Amak Bagi Nelayan Matras

KIP Fajar Utama Merupakan Amak Bagi Nelayan Matras

BERBAGI

Buser24.com- Sungailiat Bangka. Kehadiran Kapal Isap Produksi (KIP) yang terkena musibah kecelakaan di perairan matras hingga derdampar di pesisir pantai matras sejak awal Januari 2021hingga kini keadaan kapal sudah tidak dapat beroperasi bahkan difungsikan.

Kesatuan Nelayan Tradisional Matras Pesaren (KNTPMP) pun tidak merestui kehadiran kapal tersebut mengobok obok perairan daerah tangkapannya, perairan matras dan sekitarnya merupakan wilayah mencari ikan bagi nelayan tradisional jadi jangan ganggu kami nelayan kecil yang hanya kesehariannya mencari nafkah di pesisir, berikan kami kesempatan untuk berkehidupan yang layak.

Dikatakan oleh Pengawas Kesatuan Nelayan Tradisional Matras Pesaren ( KNTMP) Roni saat dijumpai awak media buser24.com. di pondok KNTMP Pantai matras 28/2/2021

“Kami Atas nama Kesatuan Nelayan Tradisional Matras Pesaren” tidak anti pertambangan yang di lakukan oleh perusahan mana pun, namun perlunya perhatian terhadap dampak yang akan terjadi saat penambangan oleh KIP atau pun lainnya dimana letak operasional yang dilakukan juga ada hak kami nelayan tradisional untuk mencari ikan, kalaulah areal lokasi pencarian ikan diobok obok tentunya habitat di sekitaran terganggu dan menjauh bahkan mati, lalu kami nelayan akan mencari kemana lagi.

Roni pun menjelaskan.. kemampuan serta jarak tangkap kami sangat terbatas hal ini karena alat dan sarana kami miliki seadanya yaitu dengan sarana perahu kecil dengan mesin temple berkafasitas kecil. Tidak sampai disitu Roni berserta anggotanya pun menyampaikan perlindungan penjagaan lingkungan maritim terus kita jaga bersama agar terus bermanfaat untuk kedepannya.

Hingga kini kami tetap mempertahankan wilayah kami agar terjaga sebagai sumber penghasilan kami nelayan tradisional banyaknya kekecewaan nelayan pesisir terhadap segala bentuk aktifitas penambangan diwilayah tangkap nelayan tradisional hingga dipenghujung ketidak restunya nelayan tradisional malah dihadirkannya Kapal Isap Produksi Fajar Utama di hadapan kami..

Roni pun menambahkan KIP mega Fajar yang saat ini terdampar tepat dipintu dam yang mana tempatnya keluar masuk perahu motor nelayan
artinya sudah menjadi penghalang kami apalagi nanti pada saat memasuki musim tenggara dimana tempat tersebut merupakan tempat perlindungan perahu nelayan saat hendak dikandaskan, kami pun mendengar adanya surat penutuhan KIP Mega Fajar dari PT Prima Utama Raharja Abadi yang berkaitan dengan penghapusan dokument, pembahasan pemotongan KIP tersebut pada tanggal 23/2/2021 yang lalu.

Anehnya kami yang benar benar nelayan secara langsung terdampak kegiatan tersebut tidak dilibatkan! Padahal lokasi KIP mega Fajar ada dihadapat kami yang setiap saat terlihat oleh kami, ujar Roni kepada awak media. ( FR)