Beranda FAKTA & PERISTIWA Kinerja Kejari Aceh Tenggara Dipertanyakan

Kinerja Kejari Aceh Tenggara Dipertanyakan

BERBAGI

Buser24.com- KutaCane.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara dipertanyakan, pasalnya banyaknya dugaan kasus tindak pidana korupsi yang sudah diperiksa baik terkait kasus yang terjadi di lembaga pemerintahan resmi maupun tidak resmi, seperti kasus dana hibah PDAM, RSUD H.Sahudin, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Universitas Gunung Leuser, LPJU di dinas DLHK dan Perhubungan, namun belum ada hasil yang dipublikasikan.

LSM Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Tenggara (GEPMAT) melalui Sekretaris Jenderal Awaluddin SE, mempertanyakan terkait kinerja Kejari Aceh Tenggara, “karena selama ini masyarakat sudah banyak melaporkan dugaan kasus korupsi dan sudah dilakukan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, namun tidak ada mendapatkan hasil yang memuaskan dari kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara dan belum di publikasikan.” Ungkap Awaluddin kepada media ini, Sabtu (6/3/21).

Disrbutkan Awaluddin, kasus yang sudah diperiksa seperti kasus dana hibah PDAM, RSUD H.Sahudin, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Universitas Gunung Leuser, LPJU di dinas DLHK dan Perhubungan.

“Bahkan hampir semua kasus yang sudah dilaporkan dan diperiksa dari kasus di dinas dinas yang tersandung korupsi belum ada putusan dan dipublikasikan, hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kami. Terkesan kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara jalan ditempat, atau ada hal lain yang menurut kami mencurigakan.” Jelas tokoh pemuda aktivis LSM Gepmat ini.

“Selaku Sekretaris Jenderal GEPMAT Aceh Tenggara saya berharap besar kepada Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara untuk berkerja secara baik dan harus cepat tanggap agar kepercayaan masyarakat hadir kembali, demikian juga harus ada evaluasi agar tidak terkesan kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara lamban dan jalan ditempat,” sambungnya.

Saat dikonfirmasi oleh tim media kepada kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Saifullah.SH.MH melalui Edwardo.SH, MH. selaku kasi Pidsus melalui handphone dan pesan WA tidak dapat di hubungi, dan tidak memberikan keterangan serta tanggapan perihal yang dibuatkan LSM Gepmat. (Mus/Tim)