Beranda HEADLINE Kaur Kesra “Periksa Kepala Desa Cempa Diduga Mark –Up Penggunaan Dana Covid...

Kaur Kesra “Periksa Kepala Desa Cempa Diduga Mark –Up Penggunaan Dana Covid – 19”

BERBAGI

Buser24. Com | Langkat (Sumut).

Penggunaan Anggaran Dana Desa (DD) Desa Cempa Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2020 , yang di peruntukkan dalam pencegahan dampak Covid – 19 yang menelan Anggaran sebesar Rp.120.000.000 ( seratus dua puluh juta rupiah ) ternyata tidak berjalan dengan baik, Dari keterangan Kaur Kesra yang mengatakan kepada awak media BUSER24.COM bahwa “kemarin saya hanya menandatangani  penggunaan anggaran Rp 105. 000.000, ( seratus lima juta rupiah ), dan tidak semua aitem saya tandatangani, hal ini juga Masyarakat meminta Periksa Kepala Desa Cempa yang tercium dugaan terjadinya Mark – Up terhadap Penggunaan Dana Covid 19.

Tak di sangka baru menjabat satu tahun lebih menjadi Kepala Desa,  M.S sudah menjadi perbincangan buah bibir yang tidak sedap di tengah – tengah masyarakat , bukan di sebabkan kepiawaiannyan menjadi pejabat nomor satu di Desa, tetapi malah sebaliknya di anggap tidak mampu menjadi pemimpin.

“Bukan itu saja kepemimpinanya rupanya secara diam – diam juga tidak di sukai oleh perangkatnya, terlebih Kaur Kesra yang berani dengan terang – terangan menantangnya hingga saat ini tidak mau menandatangani beberapa aitem berita acara penggunaan anggaran dana Covid 19 , “ saya tak mau terlibat “,Cetus dengan Kesal Kaur Kesra.

“Anehnya masyarakat di sana juga yang bertanya untuk mendengarkan keterangan sang Oknum  Kepala Desa tersebut, sering mengatakan dengan lemah lembutnya dengan jawaban tak tau , bahkan masyarakat menduga di balik kepuara – puraanya, Kepala Desa memanipulasi anggaran dan mencoba untuk melakukan korupsi, ini baru satu tahun lebih bagaimana kalau sampai lima tahun menjabat , dan ini tak bisa di biarkan kacau Desa kita”, Cetus warga setempat.

Selain iti, menurut keterangan Kaur Kesra ( LE) dengan gamblang mengatakan kepada awak media, Senin,( 22/2 2021) di kediamanya “Terkait penggunaan anggaran dana Covid – 19 tahun 2020 benar ada beberapa aitem yang tidak saya tandatangani termasuk pembelian dan penyaluran masker, sebab tidak masuk akal”,katanya.

“Bahkan dari pembelian alat penyemperotan pertama juga termasuk baju hujan dananya Rp 13. 000.000 ( tiga belas juta rupiah ) yang diambil dari silva atau sisa anggaran DD tahun 2019.

“Untuk itu masyarakat meminta dan mendesak Kejaksaan Negeri Langkat dapat memanggil kembali Kepala Desa dan Aparat Desa lainya yang terkait secara terpisah, termasuk Kaur Kesra untuk di mintai keterangan dan pengembangan penyidikan tentang anggaran dana Covit -19 tahun 2020, yang di duga adanya kejanggalan – kejanggalan dalam penggunaanya termasuk dalam pembelian alat dan barang juga penyaluran kepada masyarakat.

Sesuai pidato Bapak Peresiden H.Ir Jokowidodo jangan main – main dengan anggaran Dana Desa, terlebih anggaran dan bantuan penyaluran Covid -19, sebab Dunia dan Negara kita sedang di landa wabah penyakit dan anggaran yang di gunakan dari APBN uang Negara, kalau memang terbukti Kepala Desa dan aparat Desa Cempa di duga ada terindikasi korupsi sikat habis, kata sejumlah warga Desa Cempa dengan nada tinggi.

Reporter : Soldin