Beranda NASIONAL Ini Alasan Kadis Dikbud Agara Mutasi Puluhan Tenaga Guru SD Dan SMP

Ini Alasan Kadis Dikbud Agara Mutasi Puluhan Tenaga Guru SD Dan SMP

BERBAGI

Buser24.com, Kutacane :

Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Aceh Tenggara, telah melakukan pemerataan mutasi dan rotasi terhadap puluhan tenaga pendidik Guru SD dan SMP, Sabtu (6/2/21), dengan alasan sebagai ber,ikut, ada beberapa indikator penilaian kepada para kepala sekolah yang dirotasi dan dimutasi, diantaranya: Pertama, tingkat disiplin kepsek, peningkatan mutu pendidikan di sekolah dari anak didik.

Menurut Kadis Dikbud Aceh Tenggara, Bakri Saputra, M.Pd, penilaian itu pertama kinerja selama tiga bulan setelah dilantik.

Kedua penilaian berkala setelah enam bulan kinerjanya. “Jika para kepala sekolah tersebut tidak mampu memajukan dan meningkatkan pendidikan sekolah paling tidak persentasenya mencapai 60 persen, maka kepala sekolah tersebut akan diganti kembali. “Inilah target saya.” Sebut Kadis Bakri, Senin (8/02/21) kepada wartawan Buser24 di kantor Dikbud setempat.

Lebih lanjut Bakri menambahkan, bahwa adapun jumlah kepala sekolah yang telah diganti sekitar 50 orang kepala SD, dan tiga orang untuk kepala sekolah SMP.

Menurutnya, mutasi dan rotasi ini merupakan hasil evaluasi yang sudah dilakukan dengan melibatkan pengawas sekolah, “bagi yang belum pernah menjadi kepsek maka ini merupakan sebuah promosi terhadap mereka.” Kata Bakri.

Sedangkan untuk rotasi Kepsek ini juga, menurut Bakri, untuk pembenahan sistim sekolah yang baru, guna untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah.

Bakri menambahkan, kepala sekolah yang diganti maupun yang dilantik nanti mereka akan tetap diawasi dan dinilai kinerjanya. Sebab maju dan mundur sekolah tersebut merupakan tergantung pada pemimpinnya.

“Saya berharap kepada Kepala Sekolah yang mendapat tugas baru, supaya betul-betul bisa memberikan kepercayaan pimpinan daerah untuk memajukan pendidikan. Mutasi maupun rotasi terhadap Kepala Sekolah merupakan hal biasa, sebab ASN itu harus siap ditempatkan di seluruh daerah baik terpencil maupun daerah maju yang terpenting adalah harus bekerja profesional dan jauhilah korupsi. Ujar mantan pengurus HMI Medan ini. (Hidayat)