Beranda FAKTA & PERISTIWA Gegara Penunjukan RT, Warga Seraya Atas Kena Bacok

Gegara Penunjukan RT, Warga Seraya Atas Kena Bacok

BERBAGI

Buser24.com, Batam :

Awal mula penunjukan perangkat RT, Seorang pria bernama Musni (40) nyaris tewas dibacok tetangganya berinisial BU saat pertemuan rapat perumusan perangkat RT 001/RW 005 di lapangan Volly Ruli Seraya atas, kelurahan Kampung Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam pada Minggu (21/3/21) malam.

Musni (korban) menjelaskan, kejadian itu bermula saat dirinya menghadiri pertemuan tersebut sekira pukul 21.00 Wib yang juga dihadiri oleh ketua RW 05 Ruli Seraya atas, Zakaria dan Plt Ketua RT 001, Novrizal. Setibanya di lokasi, pertemuan itu sempat memanas dan terjadi cekcok adu mulut.

“Melihat situasi sudah memanas, saya langsung menghampiri pak RW untuk meredam keributan itu. Lalu dengan nada Arogannya, pak RW langsung membentak saya sembari mengatakan kamu siapa?, Saya RW disini,” ucap Musni menirukan percakapannya dengan ketua RW tersebut, Senin (22/3/2021).

Selang beberapa waktu kemudian, lanjut Musni, tiba-tiba seseorang menghampirinya dan langsung menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

“Setelah itu, tiba-tiba saja Buyung dan rekan-rekannya menyerang saya dan beberapa warga lainnya dengan senjata tajam dan parang itu mengenai tangan saya. Saat itu saya sempat mendorong Buyung untuk membela diri. Namun ntah setan apa yang merasukinya dia kembali menyerang saya secara membabi Buta,” ungkap Musni ketika ditemui dikediamannya.

“Secara membabi buta, dia menyerang ke arah bagian kepala saya, tangan dan dada saya hingga saya jatuh terkapar bersimbah darah. Beruntung saya langsung dilarikan ke Rumah sakit terdekat,” terang Musni.

Akibat penyerangan itu, Musni mengalami luka robek dibagian kepala sebanyak 14 jahitan dan tampak dada bagian kiri dan jari tangan dibalut perban.

Ditempat yang sama, Anis selaku kakak korban mengatakan kejadian itu diketahui dirinya setelah terdengar ada keributan di lapangan Volly. Mengetahui itu, ia langsung bergegas ke lokasi dan melihat adiknya sudah jatuh terkapar.

“Awalnya saya mendengar ada keributan di lapangan Volly. Setelah itu saya langsung ke lapangan Volly dan melihat adik saya taunya sudah berdarah-darah,” kata Anis.

Tidak terima atas kejadian yang nyaris merenggut nyawa Musni, akhirnya pihak korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Lubuk Baja.

Informasi yang dihimpun, Buyung pelaku pembacokan terhadap korban kini tengah diamankan pihak Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja.

Usut punya usut, ternyata kejadian itu awalnya dipicu dengan permasalahan status lahan tempat tinggal para warga yang disebut-sebut hendak digusur oleh pihak perusahaan selaku pemilik PL lahan tersebut.

Diketahui, sebagian warga sudah direlokasi dan mendapatkan ganti rugi sebidang Kavling dan uang tunai Rp10 juta dari pihak perusahaan. Sementara beberapa warga masih bertahan di lahan milik perusahaan tersebut.

“Ada sekitar 300 KK yang sudah direlokasi dan mereka mendapatkan ganti rugi dari pihak perusahaan. Tentu kami menyambut baik atas niat perusahaan yang melakukan penggusuran ini. Apalagi mereka bersedia mengganti rugi sebidang tanah Kavling dan uang tunai Rp10 juta kepada setiap warga,” kata Broyon.

“Kita juga tidak mau nasib warga disini statusnya tidak jelas. Kami juga ingin merubah nasib kami kedepannya bisa bertempat tinggal dilahan yang legalitasnya jelas dan tidak tinggal di Ruli lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, seiring berjalannya waktu, ntah kenapa, ketua RT 001 sebelumnya mengundurkan diri pada bulan Februari lalu. Dan warga akhirnya mengangkat Novrizal sebagai Plt ketua RT 001/RW 005,” kata Tokoh masyarakat setempat, Broyon.

“Namun, dibalik pengangkatan Bapak Novrizal sebagai Plt Ketua RT 001 yang sudah disepakati warga setempat, seolah-olah ketua RW 005 tidak terima atas itu.

Dan diketahui pak RW sudah menggodok ketua RT pilihannya. Maka terjadilah pertemuan itu di lapangan Volly guna membahas perumusan pembentukan kembali ketua RT 001,” jelasnya.

Broyon menjelaskan, dibalik isu penggusuran oleh pihak perusahaan itu, ternyata Ketua RW tidak setuju dan bersikeras mempertahankan dan ingin menguasai lahan tersebut hingga hari ini.

Lalu mengapa ketua RW tidak setuju atas pengangkatan Novrizal sebagai Plt Ketua RT 001 itu?, dirinya menduga hal ini ada hubungannya dengan isu penggusuran tersebut sehingga pak RW dikabarkan sudah menggodok RT pilihannya.

Sebagaimana, Plt Ketua RT, Novrizal yang merupakan saudara korban diketahui dikubu warga yang setuju dengan rencana relokasi oleh pihak perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, expossidik tengah berupaya melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak terkait serta pihak kepolisian guna dimintai keterangan lebih lanjut. (ET)