Beranda FAKTA & PERISTIWA Diduga Dana APBN Di Sulap Menjadi Dana APBD

Diduga Dana APBN Di Sulap Menjadi Dana APBD

BERBAGI

Buser24.com,Pali (Sumsel) — Diduga pembangunan tanggul yang di kerjakan oleh PT.RATRI SEMPANA, Tidak sesuai RAB dan asal-asalan saja setalah. Awak terbukti awak media mengecek dan mengujungi desa bumi ayu kecamatan tanah Abang kabupaten pali provinsi sumatera selatan.

Pembangunan dinilai tidak sesuai harapan masyarakat setempat terkait pelaksanaan pembangunan tanggul di bilang nilai anggaran APBN yang cukup besar ini mencapai puluhan miliyar rupiah,Sejumlah masyarakatpun ikut berkomentar adanya pembangunan tersebut karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah di tentukan oleh pemerintah.

Proyek pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 220 meter tersebut yang tidak sesuai dengan (RB) Dengan anggaran Rp.12,486,696,462,” miliaran rupiah, dinilai dikerjakan asal-asalan.Tanggul yang baru saja dikerjakan oleh PT. RATRI SEMPANA masih dalam proses pekerjaan.

Dari pantauan awak media, kegiatan yang bersumber dari dana APBN di Alikan menjadi dana APBD dengan dana miliyaran rupiah dan ini sangat di sayangkan dan terkesan pekerjaan proyek pun yang dibuat seperti asal jadi. Bahkan banyak yang retak-retak parah bahkan setelah awak media lasung turun ke beberpa titik proyek tersebut.

Awak media langsung datang ke dinas BPBD menemui pak Junaidi,untuk konfirmasi terkait tanggul yang ada di bumi ayu,”jelas Junaidi bahwa tanggul tersebut di alihkan ke ujung uluh desa padahal tanggul tersebut seharusnya di Ilir,”ungkapnya.

Dari penjelasan Junaidi bahwa tanggul yang ada ini,ada bebearapa titik yang di gunakan Didesa modong,Desa pandan dan dijadikan satu titik di desa tanah abang.

Menurut penjelasan masyarakat pekerjaan itu harusnya di pemukiman dan pemakaman ( kuburan),Ternyata pekerjaan itu di alihakan ke ulu desa,dan juga penjelasan masyarakat seharusnya tiang pancang itu berukuran 20 meter,ternyata yang digunakan ukuran 9,10 dan 11 meter.

Kondisi ini terlalu parah karena sisi tanggul banyak tanah yang turun dan merosot.Warga sekitarpun menyesalkan pembuatan tanggul yang di desanya asal jadi seperti ini.

Kegiatan tersebut banyak disoroti warga-warga sekitar harusnya pembangunan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat jika baik pekerjaanya. Sebab pekerjaan ini hanya bermodalkan alat berat saja ataupun bahan bangunan lainnya yang di bilang sangat jauh dari harapan masyarakat tanpa memperhatikan kwalitas bangunan.

Pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai lematang itu, diharapkan dapat mengatasi banjir yang selama ini selalu melanda wilayah tersebut. Akibat pembangunannya diduga asal-asalan, Tanggul yang baru saja dibangun dan tidak sesuai harapan masyarakat bumi ayu.

Padahal proyek tanggul irigasi tersebut, baru pengerjaannya Fungsinya untuk mengantisipasi banjir, tapi kalau dibangunnya seperti ini asal-asalan dan tidak sesuai yang di inginkan masyarakat pemerintah harus mengecek kelapangan,”jelas salah satu masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya.(David Gunuwan )