Beranda DAERAH 8 Februari 2021 Pencadangan Vaksinasi Covid 19 Di Kepulauan Meranti Diawali Bupati...

8 Februari 2021 Pencadangan Vaksinasi Covid 19 Di Kepulauan Meranti Diawali Bupati Forkopimda /Nakes

BERBAGI

Buser 24 com. Meranti. Setelah Vaksin Covid-19 tiba di Kepulauan Meranti pada Kamis (28/1/2021) lalu, kini tiba saatnya dilakukan Vaksinasi kepada masyarakat negeri Sagu, namun karena keterbatasan jumlah Vaksin untuk tahap pertama Vaksinasi akan dilakukan kepada Bupati Kep. Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Forkopimda dan Tenaga Kesehatan yang rencananya akan digelar hari Senin (8/2/2021) dipusatkan di Puskesmas Anak Setatah Kec. Rangsang Barat.

hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Program Vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Meranti yang dipimpin langsung oleh Sekdakab. Meranti Dr. H. Kamsol, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (3/2/2021).

Turut hadir dalam Rakor, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Jack Ardiansyah, Anggota DPRD Meranti Bu Cuncun, Wakapolres Meranti Kompol Ipwin Bonar Hutabarat, Danlanal Sepatpanjang Ipda. Jery Hendra, Danrami Selatpanjang Lakatang, Kadiskes Meranti Dr. Misri Hasanto, Kalapas Selatpanjang Khairul Bahri Siregar, Kabid Perda Satpol PP Meranti Piskot Ginting, Direktur RSUD Meranti dr. Ria Sari, Ketua Paguyuban Tiong Hoa Cuan’an, Tokoh Masyarakat/Agama/Pemuda dan lainnya.

Dalam Rakor Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Program Vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Meranti yang dipimpin langsung oleh Sekdakab. Meranti Dr. H. Kamsol, diputuskan Sasaran Pencanangan Vaksinasi Covid-19 diawali oleh Kepala Daerah, Forkopimda (Dandim, Kapolres, Pimpinan DPRD, Kadis Kesehatan, Direktur RSUD, OP Kesehatan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Ormas, Sekdakab. Meranti, hal itu seperti dikatakan Kadiskes Meranti Dr. Misri Hasanto Sesuai Surat Kemendagri No. 80/25/SD Tanggal 5 January 2021.

Dan Program Vaksinasi ini didasari oleh Perpres No. 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Yang tujuannya adalah untuk 1. Membentuk kekebalan (antibody), 2. Menurunkan angka kematian, 3. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, 4. Menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Dijelaskan Kadiskes Dr. Misri, saat ini hanya tinggal 3 Kabupaten saja yang belum melaksanakan Pencanangan Vasinasi Covid-19 termasuk Kepulauan Meranti. Jadi agar program pemerintah ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar perlu dilakukan pencanangan terlebih dahulu yang direncanakan akan digelar pada 8 January 2021 di Puskesmas Anak Setatah,  tujuanya adalah untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat terkait manfaat Vaksinasi dan menepis berita Hoax terkait efek samping Vaksin Covid-19 tersebut.

“Jadi kegiatan ini untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat kalau Vaksin ini aman, dan saya termasuk orang yang pertama mendaftar untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19 esok,” ujarnya.

Selain Dr. Misri beberapa Dokter juga ikut mendaftarkan diri sebagai orang yang pertama menerima Vaksinasi yakni :

1. dr Misri

2. dr H Joko Nugroho

3. dr.Erik Witular K.,SpB

4. dr. Mifta Khudin

5. dr. lyta

6. Dr. Azharul Yusri, SpOG

7. dr. Nuzki Yofanda, Sp.PD

8.  dr.willliam eddy

Untuk Pelayanan Vaksinasi Covid-19 dikatakan Misri akan dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Jumlah Kuota juga dibatasi untuk pelayanan di Puskesmas hanya untuk 30 orang/hari hal itu dilakukan untuk menghindari penumpukan, kemudian sebelum seseorang di Vaksin terlebih dahulu akan dilakukan screning untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. 

Vaksinasi Covid-19 ini akan dilakukan kepada seseorang sebanyak 2 kali penyuntikan dengan jarak 14 hari.

Adapun tahapan Vaksinasi adalah peserta menunjukan E-Ticket yang di Verifikasi menggunakan aplikasi Pcare, 2. Screning atau pemeriksaan fisik sederhana oleh petugas untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mengindentifikasi penyakit bawaan (Komorbid), 3. Penyuntikan Vaksin oleh petugas.

“Seluruh yang akan di Vaksin akan didata sesuai dengan NIK KTP yang bersangkutan yang nantinya (zamri).