Woo…Karena Tidak Harmonisnya Keluarga Wanita Ini Ikut Peran Atas Berakhirnya Nyawa Suaminya

72
BERBAGI

BUSER24,COM. ROHIL – Lagi – lagi  PN Rohil Gelar Sidang  kasus Pembunuhan Suami yang direncanakan istrinya bersama Mantan Pacarnya saat ini memasuki agenda sidang Pembacaan Surat Dakwaan dari Penuntut Umum Kejari Rohil. Rabu 27  Maret 2019 sekira pukul 15.10 Wib.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Hanafi SH MH dan selaku Penuntut Umum Herdianto SH. Sedangkan Pengacara Terdakwa SA didampingi Daniel Pratama SH MH saat dipersidangan .

Dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum bahwa Terdakwa SA (23) ikut peran dalam kasus pembunuhan suaminya sendiri Dedi Purwanto (31).

Kejadian ini terjadi sekira 11 agustus 2018 saat terdakwa SA dan suaminya DP pulang dari  Bagan Batu menuju Pekaitan Kecamatan Pedamaran – Rohil.

Sesampainya di Kebun SK 5 PT.JJP, sempat dihadang oleh 2 orang laki-laki dengan alasan ada razia narkoba. Saat berhenti, tas milik korban digeledah oleh 2 Orang Laki  tiba – tiba kepala korban Dedi Purwanto dihantam bertubi – tubi sampai korban tidak bernafas lagi dan mayat korban Dedi Purwanto kemudian dibuang ke parit bekoan PT JJP.

Pelaku tak lain adalah Mantan Pacar SA yang bernama Ewin dan 1 orang lagi adalah teman erwin yang sampai sidang dakwaan saat ini keduanya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Pihak Kepolisian.

Ditambahkan Penuntut umum bahwa terdakwa SA alias Lusi sebelum merencanakan pembunuhan sudah ada menjalin hubungan dengan mantan pacarnya melalui HP tanpa diketahui suaminya, karena tidak mau diceraikan suaminya , merasa lelah SA sering curhat kepada Erwin tentang tindakan suaminya DP melakukan  kekerasan terhadap SA. Makanya SA merencanakan motif pembunuhan Suaminya tersebut.adapun dalam peran terdakwa SA  saat itu memberitahukan tentang titik lokasi pembunuhan yang akan dilakukan oleh Erwin dan temannya saat pulang dari bagan batu menuju  Pekaitan Kecamatan Pedamaran Rohil.

Selanjutnya setelah Erwin dan Temannya melakukan pembunuhan terhadap Dedi Purwanto, SA kemudian berpura pura melaporkan kepada warga bahwa ada perampokan yang menimpah diri SA dan Suaminya DP.

Atas perbuatan terdakwa SA Penuntut Umum menjerat terdakwa dengan pasal 340 dengan subsider pasal 338 KUHP  dengan subsider Pasal 44 ayat [1] UU KDRT.

Sebelum majelis hakim menutup sidang  langsung menanyakan kepada terdakwa SA. Apakah terdakwa mengerti surat dakwaan yang dibacakan Penuntut umum. Selanjutnya dijawab penasehat hukum Daniel Pratama SH MH dalam Dakwaan Penuntut Umum kami tidak mengajukan eksepsi yang mulia, dalam sidang agenda berikutnya kami minta dilanjutkan dengan keterangan saksi dan bukti bukti ” ujar Daniel Pratama SH MH.

Ketua majelis hakim, selanjutnya menutup sidang dan akan melanjutkan sidang satu minggu kedepan.

EDUTOR : D.24/A.24