Terkait Penodongan dan Penganiayaan Dua Pelajar, Brigadir Teddy : Saya Tidak Ada Melakukan Pemukulan. 

89
BERBAGI

BUSER24.Com,LANGKAT– Oknum Polisi Teddy Pramono, personel Sat Res Narkoba Polres Langkat, membantah kalau dirinya telah melakukan pemukulan dan penodongan terhadap RE yang berstatus pelajar, warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara.

Namun diakuinya, saat itu dirinya memang ada menjemput adiknya yang dikeroyok oleh puluhan orang di Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Kamis (18/4) malam.

“Tidak benar saya melakukan penganiayaan terhadap RE dan penodongan senjata kepada so Meru apalagi melepaskan tembakan ke lantai pada saat itu,” ujarnya melalui pesan WatsApp kepada wartawan, Sabtu 20-4-2019

Dijelaskannya, saat itu dirinya berada di rumah dan sedang tidur. Lantas, istrinya mendapat telfon dari keluarga yang mengatakan adiknya dikeroyok oleh sekelompok pemuda sebanyak 10 orang bertempat di Simpang Kebun Lada Binjai.

“Saya langsung ke lokasi dan saat itu saya melihat adik saya sudah berlumuran darah dibagian kepala. Selanjutnya saya membawa adik saya untuk mencari pelaku,” kata Teddy sembari mengatakan, mereka berhasil mendapati 2 pemuda yang mengaku ikut melakukan pemukulan tersebut.

Selanjutnya, papar Teddy, kedua remaja tersebut dibawa ke Polsek Binjai Utara dalam keadaan sehat. Namun Polsek Binjai Utara menyarankan untuk dibawa ke Polres Binjai dan selanjutnya bersama personel Polsek Binjai Utara membawa kedua laki-laki tersebut ke Polres Binjai.

Sampainya di Polres Binjai, sebut Teddy, pihak Polres Binjai menyarankan untuk tidak malam itu membuat laporan, dengan alasan juper masih banyak berkas.

“Selanjutnya saya membawa adik saya berobat ke rumah sakit. Sedangkan kedua laki-laki terduga pelaku tersebut saya titipkan kepada piket SPKT,” ungkapnya.

“Tapi setelah saya kembali ke Polres Binjai, kedua laki-laki itu sudah tidak ada dan berdasarkan keterangan piket SPKT, bahwa mereka dibawa oleh keluarganya untuk membuat Laporan ke Polres Langkat atas tuduhan saya ada memukul kedua laki-laki tersebut dengan senjata dan juga ada salah satu warga yang membuat pengaduan dan menuduh saya juga melakukan penembakan. Padahal saya tidak ada melakukan kekerasan,” tambahnya.

Pengakuan Brigadir Teddy berbanding terbalik dengan dua pelajar yang dibawanya, yakni RE dan Meru. Menurut RE, mereka hanya memisah perkalihan adik Teddy dengan Nugi (teman RE).

Setelah berhasil memisah, adik Teddy dan Nugi pergi meninggalkan lokasi. Berselang 30 menit, Teddy datang bersama temannya dan mendatangi RE di lokasinya berjualan, tak jauh dari Simpang Kebun Lada.

Teddy langsung menodongkan senjata dan memukul RE. Bahkan RE diseret untuk masuk ke dalam mobilnya. Akibat pukulan dengan pistol itu, RE mengalami luka robek di kepala. Sementara Meru, juga ditodong. Bahkan kedua pelajar serta sejumlah temannya yang lain mengaku Teddy meledakkan senjata api. (RED/EVI)