Surat Pemsus Tidak Ditanggapi, Lembaga GAK Duga Ada Kemufakatan Jahat Oknum Penghulu Dan Inspektorat

176
BERBAGI

BUSER24.COM-(SIAK, KANDIS)- – Seiring berjalannya waktu dengan berawal adanya dugaan kasus Merk Up dan Korupsi di Kampung Samsam Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, sepekan lalu Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GAK) telah melayangkan surat Permohonan Pemeriksaan Khusus (PEMSUS) pada Inspektorat Kabupaten Siak dengan tembusan Bupati Siak, DPRD Siak, Tipikor Siak juga Kejari Siak.
Surat Pemsus yang langsung diterima oleh Sekretaris Inspektorat, O.K Mohd Rendra DP, sebelumnya mengutarakan bahwa akan meminta persetujuan dari Bupati Siak selaku pimpinan tertinggi dengan sebelumnya menantikan hasil pemeriksaan reguler yang sudah dilakukan oleh tim Inspektorat.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan dari tim kemarin yang sudah turun kemarin Pak untuk di jadikan bahan telaah bagi Pak Bupati. Pertimbangan bagi Pak Bupati dalam memberikan instruksi kepada jajaran Inspektorat,” ungkap Rendra beberapa waktu yang lalu.

Pemeriksaan reguler oleh tim Inspektorat sebut Rendra selaku Sekretaris Inspektorat akan dilaporkan secara tertulis pada Senin, 7 Oktober 2019 (semalam, red), “Tim memang sudah turun Pak, cuma belum ada laporan tertulis dari Tim secara tertulis. Batas waktu laporan yang diberikan Pak Inspektur adalah hari senin, selambatnya sudah selesai sehingga bisa dijadikan pertimbangan kepada bapak bupati,” tambahnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Awak media ini yang pada kesempatan itu berkesempatan langsung mendampingi Anggota DPP LSM GAK dalam menyampaikan Surat permohonan Pemsus saat melayangkan konfirmasi pada pihak inspektorat diarahkan untuk menghubungi Tim yang turun langsung melakukan pemeriksaan reguler di Kampung Samsam melalui Bu Yet, dan mirisnya Bu Yet saat dhubungi melalui nomor telepon seluler di nomor 0812756xxxx menjawab dengan nada penuh keraguan, “Kemungkinan dua atau tiga hari lagi lah Pak baru selesai. Nanti juga akan dijadikan bahan pertimbangan buat Bapak Bupati apakah Pemsus perlu atau tidaknya dilakukan,” ujar Bu Yet.

Jonsen Tampubolon selaku Anggota DPP LSM GAK pada media ini menyikapi bahwa terkait sikap yang ditunjukkan oleh pihak Inspektorat, diduga adanya kemufakatan jahat sebelumnya, “Sungguh lucu ya, Sekretaris inspektorat sendiri sudah menyebutkan bahwa laporan tertulis sesuai permintaan kepala inspektorat harus selesai di hari senin, 7 Oktober tetapi Tim yang turun ke lapangan menyebutkan butuh waktu dua atau tiga hari kedepan. Ini seakan-akan mencerminkan ada kong kalikong dan kami layak menduga bahwa ada konspirasi atau Kemufakatan jahat antara pihak Inspektorat dan Penghulu,” tutur Jonsen Tampubolon.

Senada dengan Jonsen Tampubolon, PE Saragih yang juga merupakan anggota DPP LSM GAK mengungkapkan hal yang sama, “Saya menduga bahwa seluruh proyek yang ada di Kampung Samsam Kecamatan Kandis sarat dengan Merk Up ataupun Korupsi. Kenapa bisa saya sebutkan demikian, coba bapak renungkan, tertulis dipapan plang proyek sebuah nilai yang tidak sesuai dengan yang diterima oleh TPK setiap kegiatan pelaksanaan proyek. Dari 10 item yang menjadi perhatian kami, selalu ada selisih 30an juta antara yang diterima TPK dan yang dituliskan di papan plang proyek,” ungkap PE Saragih.

Dugaan adanya praktek Mark Up dan tudingan tindak pidana Korupsi di Kampung Samsam Kecamatan Kandis Kabupaten Siak itu telah menjadi buah bibir Warga sejak sebulan yang lalu, walau hingga kini masih belum adanya kejelasan akan tudingan ini tapi tidak sedikit pula warga yang berharap agar permasalahan ini secepatnya mendapatkan penjelasan dan menemukan titik terang sehingga tidak menjadi bumerang di masa yang akan datang.J.t(korlip riau)

Editor:Irianto Kateren