Suhanda: Ternyata Saya tidak Di Juctis Pak Hakim Bersalah, Keadilan Benar Benar Ada.

61
BERBAGI

BUSER24,COM. ROHIL- Pengadilan Negeri Rokan Hilir menggelar Agenda Sidang Putusan Pencabulan Kamis 3 Januari 2019 Pukul 15.30 Wib.

Persidangan ini dipimpin oleh Majelis Hakim M Hanafi Insya SH MH, dengan didampingi oleh Hakim Anggota Lukman Nul Hakim SH MH dan Boy Jefri P sembiring SH. Serta Panitera Pengganti Novi Yulianti SH.

Selaku Jaksa Penuntut Umum Kejari Rokan Hilir  Rahmat Hidayat SH  sebelumnya menuntut Terdakwa Suhanda Selasa Tanggal 11 Desember 2018 selama 13 Tahun.

Sidang Putusan kali ini Terdakwa Suhanda  didampingin Penasehat Hukumnya Widargo SH MH, Jaharzen SH MH, Fithrizal SH MH.

Dalam bacaan Putusan yang dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim M Hanafi Insya SH MH menyatakan Terdakwa Suhanda tidak terbantahkan dan dibebaskan dari dakwaan dan Tuntutan JPU. Serta pertimbangan majelis hakim, sehingga diambil langkah hukum dengan memberikan Putusan BEBAS pada Terdakwa.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Terdakwa  dinyatakan sah dan meyakinkan tidak melakukan tindak pidana pencabulan,”

Sebelum persidangan ditutup oleh majelis hakim langsung menanyakan kepada JPU ada yang mau disampaikan mengenai Putusan Bebas tersebut. Kemudian dijawab oleh JPU Rahmat Hidayat SH akan melakukan Kasasi pak hakim. Tuturnya.

Diluar persidangan saat awak media konfirmasi Penasehat Hukum Terdakwa Widargo SH MH mengatakan atas Putusan Bebas Klaiennya.

Menurut Widargo SH MH Bahwa Terdakwa Suhanda didakwa oleh Penuntut Umum sebagai orang yang melakukan Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak namun dari Fakta – fakta Persidangan Dakwaan Penuntut Umum tidak dapat dibuktikan.

Pada Saat Keterangan Saksi – saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum tidak Bersesuaian dengan Keterangan Saksi yang lainnya tentang kapan waktu sebenarnya terjadi tindak pidana pencabulan yang di dakwakan kepada Terdakwa Suhanda dan Keterangan Saksi yang dihadirkan Penuntut Umum dipersidangan justru menerangkan keterangan yang berbeda di BAP dengan keterangan dipersidangan.

Lanjut Jaharzen SH MH, bahwaJPU tidak dapat memastikan kapan waktu terjadinya tindak pidana tersebut dan hanya mereka – reka saja sehingga apa yang disampaikan oleh JPU dalam Repliknya Senin Tanggal 17 Desember 2018. merupakan suatu hal yang tampa fakta sebenarnya dan patut dikira untuk ditolak atau setidak – tidaknya dikesampingkan. Tuturnya.

Atas nama Tim Penasehat Hukum Terdakwa Suhanda Bahwa Putusan Hakim Sudah Sesuai dan Tepat.

Setelah putusan dibacakan dan hasilnya di putus bebas Terdakwa Suhanda dengan wajah cerianya mengatakan ke awak media ternyata dipengadilan Negeri Rokan Hilir ada Keadilan Hukum.(DIRMAN/ANDI).