Beranda FAKTA & PERISTIWA Peristiwa Hilangnya Beberapa Nyawa Akibat Tanah Longsor di Pemandian Air Panas

Peristiwa Hilangnya Beberapa Nyawa Akibat Tanah Longsor di Pemandian Air Panas

15
BERBAGI

BUSER24.Com, Tanah karo – Jika ajal sudah di ujung maut tak seorang pun yang dapat mengelak demikian lah yang di alami para mahasiswa ini Hendak ingin merayakan acara IMKA ( Ikatan Mahasiswa Karo ) di Desa Semangat Gunung Kec Merdeka tepatnya di Pemandian Air Panas Daun Paris pada hari Minggu 03/12 dan ahirnya 9 Mahasiswa di salah satu Unifersitas Medan tertimbun longsor dan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia .

 

Menurut keterangan salah satu saksi mata yang bernama  Roy Ginting  ( 21 ) menerangan bahwa pada hari ini Minggu 3/12 sekira 06.30 wib , mahasiswa yang sedang berekreasi atau tidur di pondoknya, posisi kepala mahasiswa tersebut ke arah tebing, tiba-tiba tebing tersebut longsor dan menimpa mahasiswa yang sedang tertidur tersebut dan mengakibatkan 7 mahasiswa meninggal dunia di tempat akibat di timpa bebatuan yang di duga batu penahan tembok tersebut.  Dan mahasiswa yang selamat meminta pertolongan kepada warga untuk membawa korban ke Rs Amanda dan Rs Efarina Brastagi. Tambah Roy, pertama kami buat acara untuk menyalakan api unggun dan membuat permainan Gems dan sambil bernyanyi, sampai jam satu acara, kami pun istirahat dan memasuki pondok masing – masing, dan pas pagi tadi, saya mendengar suara gemuruh dari atas kepala saya, saya begitu lari kedepan pondok , karena dalam hitungan detik, runtuhan tersebut pun langsung menumbangi ke teman saya, dan saya pun tidak sempat lagi memberitaukan kepada teman-teman lainya dan mengakibatkan teman saya tewas, ucap Roi dengan tatapan kosong.

 

Nama korban mahasiswa yang hendak mau mengadakan acara IMKA di pemandian Daun Paris di Desa Semangat Gunung Kec Merdeka, dan mengadakan temu ramah setelah terbentuknya organisasi tersebut . Ada pun nama-nama korban yang tertimbun runtuhan penahan tembok  tersebut adalah sebagai berikut:

1. Santika Theresia br Perangin angin ( 21) Alamat Desa Medeka kec Merdeka, 2. Emiya Elisagita br Tarigan ( 22 ) alamat Suka Makmur, 3. Monesiaruan Hia ( 20 ) alamat Sisobaoho kev Mandrehe Barat Kab Nias barat, 4. Enjelita Br Ginting ( 22 ) alamat Jln Penerbangan Pd Bulan Medan, 5. Kerin Julanaita br Bangun ( 22 ) alamat Jln Samura Kabanjahe, 6. Sindi Simamora ( 18 ) alamat Gg Segitiga 1 dan 7 Elisa Sari br Sembiring ( 18 ) alamat Jln Namorih Pancur Batu.

 

Dan korban luka luka sebanyak 9 orang antara lain Andika ( 23 ) alamat Medan dangan luka lecet di bagian kaki kiri, Novita sara ( 19 ) alamat Simpang ujung aji mengalami luka robek di telinga kanan, Afinta ( 22 ) alamat Desa Bukit mengalami kedua persendian tangan tidak bisa di gerakkan, Desa br Sinambela ( 21 ) warga Binjai mengalami kedua pergelangan tangan sakit, Putri Yolanda ( 19 ) alamat Desa Gongsol mengalami persendian tangan sakit dan tidak bisa di gerakkan, Jeneta ( 18 )alamat jln Samura gg cendrawasih , Piggang sakit , Indra ( 21 ) lutut kaki lecet, dan dua orang di rawat di Rs Efarina yang bernama Leni Girsang (22) dengan alamat Medan serta Grece Hutauruk ( 20 ) dengan alamat Di Medan .

 

Salah satu orang tua mahasiswa yang kebetulan anaknya meniggal dunia ketika cerita kepada temanya mengatakan, Entah kenapa pun dia engak mau pulang hari jumat semalam, pada hal sudah janji dia bahwa hari Jumat pulang, tapi entah kenapa, biasanya tidak pernah dia menolak kalau apa saya bilang samanya. Ucap orang tua mahasiswa tersebut sambil menangis histeris di Rs Amanda (Sangap.s)