Raibnya Nya Trotoar Didepan Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

205
BERBAGI

Buser24.com,Pekanbaru – Pembangunan pusat perbelanjaan Mall Ciputra di jalan Riau diduga menghilangkan pasilitas umum pengguna pejalan kaki karena trotoar yang harusnya tersedia saat ini di hilangkan oleh pihak management pusat perbelanjaan tersebut.

 

Hasil investigasi awak media buser24.com (10/04/2019) sepanjang kurang lebih 150mtr jalan yang harusnya di pakai untuk trotoar telah dihilangkan oleh pengelola pusat perbelanjaan,jelas kondisi ini sangat merugikan para pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan mempengaruhi kelancaran pergerakan pejalan kaki.

 

Saat awak media konfirmasi terhadap pihak pengelola Mall Ciputra yang di wakili oleh pihak SPP Building Bapak Hanas mengatakan bahwa pembangunan Mall tersebut telah mengganti trotoar menjadi atas Mall untuk mengganti trotoar yang di bawah namun setelah di chek ternyata terotoar tersebut di halangi oleh tiang ilkan dan tiang listrik dan tidak bisa di lewati oleh pejalan kaki umumnya.

Photo:Trotoar Diatas Mall

Pak Hanas mengatakan bahwa saat pembangunan Mall tersebut pihak kontraktor sudah ada kesepakatan dengan pihak terkait perihal raibnya trotoar di depan mall tersebut,ditanya siapa pihak terkait tersebut beliau bungkam dan tidak dapat menjelaskannya kepada awak media tentang perihal tersebut.

 

Kemudian awak media langsung kekantor sat Pol PP pekanbaru untuk bertemu kepala polisi pamong praja pekanbaru namun beliau lagi di jakarta saat ini kemudian awak media langsung ke dinas perhubungan namun kadis perhubungan juga tidak di tempat untuk minta tanggapan dari beliau tentang prihal kejadian hilangnya trotoar di pusat perbelanjaan tersebut

 

Photo:Trotoar Hotel Disebelah Mall

Merubah pungsi badan jalan yang merupakan fasilitas umum,masih banyak yang lepas dari persoalan hukum. Aturan mengenai jalan raya berikut sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pengrusakan,secara jelas telah diatur dalam Undang Undang Nomor 38/2004 tentang Jalan.

 

Bahkan, tidak tanggung-tanggung ancaman kurungan penjaranya hingga 15 tahun dan atau denda hingga miliaran rupiah. Sebut saja dalam Bab VIII Pasal 63 dan 64 UU No 38/2004. Dalam pasal 63 poin 1 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan manfaat jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

 

Sampai berita ini di tulis bagi pengguna jalan yang berjalan kaki masih harus berhati – hati saat melewati di depan Mall ciputra atau menunggu taksi di depan mall tersebut sebab pemerintah kota pekanbaru belum melakukan tindakan terhadap pengelola Pusat perbelanjaan itu……Bersambung.(Redaksi)