LSM GP Mencium Bau Harum Nepotisme Pembangunan RKB Pesantren AT Thayib Aspirasi Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Nora Ida Nita

31
BERBAGI

BUSER24.Com – Aceh Tamiang, Terkait adanya sebuah proyek berupa pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Pondok Pesantren AT Thayib, yang pembangunan tersebut terletak di lampung Durian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.

Adanya pelaksanaan Pembangunan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh melakukan pantauan yang disinyalir beraroma harum terhadap Nepotisme, Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif LSM Gajah Puteh Said kepada wartawan Buser24.Com melalui WA pribadi miliknya dengan nomor 0822 77xx xxxx, Jum’at (04/01/2019).

“Yang dikarenakan proyek pembangunan ini disebut-sebut aspirasi milik Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, SE. Namun yang bikin janggal dan menjadi pertanyaan publik adalah, proyek fisik yang dibiayai dari APBK 2018 senilai Rp 185 juta lebih ini terindikasi dibangun diatas lahan milik keluarga Nora Idah Nita, Tandas Said.

Dir Eksekutif LSM Gadjah Puteh Said Zahirayah mengatakan “Indikasi awal laporan yang masuk ke kami, status atas hak tanah yang dibangun Pesantren itu masih dalam lingkup hak milik keluarga Nora selaku Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Bahkan tanah itu disebut-sebut masih milik pribadi, Dan belum ada untuk dihibahkan kepada pihak yayasan Pesantren tersebut,” ungkap Said kepublik.

Lanjut beberan Said selaku Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh mengatakan “Pembangunan RKB Pesantren At Thayib yang dikerjakan oleh rekanan CV Bilnia Bimantara ini merupakan proyek lanjutan, Pada tahun 2017, pesantren ini juga mendapatkan pembangunan pondasi dari aspirasi anggota dewan yang sama yaitu, Nora Idah Nita yang sekarang ini maju sebagai Caleg DPRA.

“Adapun informasi Terkait adanya indikasi pelanggaran lain yang berhasil dihimpun oleh pihak LSM Gadjah Puteh yaitu, Disinyalir kontraktor pelaksana dari CV Bilnia Bimantara merupakan keluarga dekat Nora. Ironisnya lagi, pada tahap proses pembangunan RKB, diduga kuat anak dibawah umur ikut dipekerjakan yaitu, para santri yang mondok di Pesantren tersebut, cetus Direktur LSM GP Said.

Selain itu kata Said, “Kita tidak tahu anak-anak santri itu dibayar atau tidak, Yang jelas tidak dibenarkan mengeksploitasi anak dibawah umur untuk dipekerjakan meskipun itu digaji. Saya ada bukti fotonya saat mereka (santri) lagi bekerja layaknya kuli bangunan, Ungkap bongkar Habis Said.

Dalam membongkar habis hal tersebut, Dir Eksekutif LSM GP menyuarakan “Selain pembangunan lanjutan RKB juga terdapat paket proyek lain pada titik yang sama yaitu, pembangunan paving blok di Pesantren At Thayib yang juga melalui aspirasi dewan Nora. Artinya selama dua tahun berturut-turut Wakil Ketua DRPK tersebut memplotkan dana APBK untuk membangun Pesantren yang notabene milik keluarganya sendiri, tapi berkedok aspirasi. Ungkap Bongkar Habis Said.

“Dari pekerjaaan fondasi, RKB lanjutan dan paving blok, semua itu merupakan program pokok pikiran (Pokir) aspirasi Nora Idah Nita. Ini merupakan perbuatan nepotisme yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat yang harus diberangus, cetus said lagi.

Diakhir penyampaiannya, Dir Eksekutif Gadjah Puteh Said Zahirnya mengatakan ” Menurut Saya, Nora Idah Nita selaku Wakil Ketua anggota dewan DPRK Aceh Tamiang, telah mengingkari peran dan fungsinya yang melekat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat yaitu, fungsi pengawasan. “Bagaimana dia (Nora) mau mengawasi proyek yang bermasalah, kalau Pokir aspirasinya dialamatkan kepada keluarganya sebagai penerima manfaat langsung.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Nora Idah Nita yang dikonfirmasi wartawan via WhatsApp tidak bergeming. Saat ditanya, apakah Pesantren At Thayib itu milik keluarganya, Nora yang juga Caleg DPRA Demokrat Dapil 7 ini terkesan memilih diam dan hanya menyampaikan ” Nanti kita jumpa saya jelaskan,” ucapnya singkat Nora Ida Nita.

Editor : Andi