Kapolda Sulbar Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj Hikma, di Kampus Stie Muhammadiyah.

66
BERBAGI

BUSER24.COM, MamujuĀ  Sulbar—Keterangan Kabid Humas Polda Sulbar AKBP HJ MASHURA Bahwa Peringatan Isra’ Mi’raj yang jatuh pada tanggal 3 april 2019 lalu hingga saat ini terus diselenggarakan oleh sebahagian besar umat muslim di tanah air. Hal ini tentunya menandakan antusias untuk mengingat kembali sejarah luar biasa dimana perintah sholat petamakali di sampaikan tanpa perantara malaikat jibril.

Olehnya itu, memont ini tidak pernah di lewatkan sebahagian umat muslim untuk dirayakan sebagai upaya mengingat pentingnya ibadah sholat.
Menurut Hj. MASHURA bshwa
Sama seperti yang dilakukan Himpunan Keluarga Massenrempulu (Hikma) Enrekang, bertempat di Aula Kampus Stie Muhammadiyah Mamuju juga dilaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj, Ahad (14/4/19).

Kegiatan ini mengangkat tema “penerapan nilai-nilai Isra Mi’raj dalam perilaku kehidupan kita dengan semangat tobana (tolong menolong, bantu membantu, nasehat menasehati).”

Perayaan Isra’ Mi’raj 1440 H ini turut dihadiri langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar yang juga selaku ketua Pusat Hikma (Himpunan Keluarga Massenreppulu) Enrekang.

Kapolda Sulbar dalam sambutannya mengatakan moment Isra’ Mi’raj ini sangat perlu dilakukan agar kita terus mengingat sejarah penting turunnya perintah sholat kepada nabi tampa melalui malaikat jibril.

“Jika Puasa, Zakat, Haji dan ibadah lainnya adalah perintah wajib atau sunnah yang diwahyukan Allah Subuhanahu Wataalah melalui malaikat Jibril, berbeda dengan perintah sholat. Nabi Muhammad SAW di undang langsung ke sidratul muntaha tanpa jibril.”

Untuk itu, Kapolda mengharapkan agar ceramah atau hikmah Isra’ Mi’raj yang di bawakan oleh Ustadz betul-betul disimak dengan baik”, tuturnya.

Sementra itu, Ustadz yang membawakan hikmah Isra’ Mi’raj mengupas sejarah dari peristiwa ini berdasarkan hadits yang shohih. “Peristiwa Isra’ Mi’raj ini membuktikan bahwa begitu tingginya keutamaan sholat, bahkan dalam riwayat dikatakan tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan sholat.

Dimanapun dan begaimanapun kondisi kita tak mampu berdiri sholat bisa dikerjakan dengan duduk, berbaring bahkan dengan isyarat sekalipun,” ujar Ustadz saat ceramah,dihadapan para mahasiswa dikampus stie.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa yang membedakan orang muslim dan kafir ataupun musrikin adalah sholatnya,”tutupnya.(Andy)

Editor :A.24