Beranda HEADLINE Direktur PT. Bintang Todilaling Tertipu 400 Juta

Direktur PT. Bintang Todilaling Tertipu 400 Juta

30
BERBAGI

BUSER24.COM, Mamuju Sulbar–Direktur PT Bintang Todolaling, Baharuddin mengaku telah ditipu oleh terdakwa Sultan, sehingga perusahaan pribadinya mengalami kerugian 400 juta rupiah.

Hal itu yang dikatakan oleh pemilik perusahaan PT Bintang Todilaling group dihadapan majelis hakim saat menjadi saksi dipersidangan pengadilan negeri ( PN ) Mamuju. Selasa (17/12)

Dalam kesaksiannya di pengadilan, Burhanuddin mengaku telah ditipu oleh terdakwa dengan jumlah 400 juta. Kata dia, terdakwa telah menerima uang senilai 400 juta secara tunai yang diserahkan oleh adiknya sendiri usai melakukan pencairan di Bank BPD Sulbar dengan menggunakan cek.

” Adik saya menyerahkan langsung dalam mobil yang senilai 400 juta kepada terdakwa setelah mereka pulang dari Bank BPD Sulbar,” kata Burhanuddin.

Masih dia, penyerahan uang itu sebagai bentuk dana pertama ( DP ) setelah diketahui, pekerjaan jembatan senilai kurang lebih 2 Miliar di Kabupaten Mamasa tahun 2017. Diketahui telah terjadi kesepakatan antara pemenang tender dengan pihak kedua ( PT Bintang Todilaling ) untuk dilakukan tag over.

” Pekerjaan ini sudah deal di tag over oleh pihak pertama kepada perusahan kami dibuktikan dengan akta Notaris dan disaksikan semua direktur perusahaan serta keduanya bertanda tangan, sehingga saya berani serahkan uang 400 juta kepada terdkawa,” kata Baharuddin.

Saat setelah penyerahan DP kepada pihak pertama senilai 400 juta. PT Bintang Todilaling yang akan mengerjakan proyek jembatan itu, pihak perusahaan tengah melakukan pengurusan pencairan pertama sebagai modal untuk bekerja. Namun saat itu, dirinya kaget bukan kepalang karena uang pencairan pertama telah lebih awal cairkan kepada terdakwa senilai 600 juta rupiah.

” Kami lagi – lagi ditipu, uang yang DP dari kami 400 juta sudah diserahkan. Dan kami juga tidak tau , bahwa pencairan tahap pertama juga sudah disikat terdakwa senilai 600 juta rupiah,” ungkapnya.

Kata Burhanuddin didepan majelis, melihat adanya kejanggalan. Langsung melakukan upaya konfirmasi terhadap terdakwa, namun kontak atau handphone milik terdakwa tidak lagi aktif.

Dia juga mengaku, bahwa pada saat dilakukan tag over dihadapan notaris, diduga ada konspirasi curang yang dilakukan oleh terdakwa, karena saat melakukan penandatanganan didepan notaris, dihadirkanlah masing -masing direktur perusahaan, namun yang hadir diduga direktur abal-abal.

Hal ini juga dirinya harus meminta kepada kejelasan Majelis hakim agar bisa dilakukan pemanggilan Notarisnya. Karena Notaris berani membuat kesepakatan tanpa melihat direktur perusahaan yang sebenarnya.

” uang yang sudah diambil hampir 1 Miliar. Dan saat dihubungi Handphonempnya sudah tidak aktif. Disitu kami sudah curiga bahwa kami ini sudah korban penipuan yang dilakukan oleh terdakwa,” ungkapnya.

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Heriyanto,SH,MH dan dua wakilnya Andi Adha, SH dengan Dewan Gede Rai Agung Prayajana,SH,MH. Agenda sidang kali ini, adalah pemeriksaan direktur PT. Tolaling group sebagai saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ). Namun ketua Majelis Hakim meminta kepada JPU agar menghadirkan Notarisnya, serta nama Sidik dan Nasir.

” Saya minta ibu Jaksa, minggu depan tolong dihadirkan Notarisnya, Nasir dan Sidik ya. Kita mau ambil keterangannya persidangan,” pinta ketua Majelis.

Sementara JPU, Yusnita SH mengatakan, sesuai dengan permintaan ketua Majelis hakim untuk menghadirkan saksi Nasir dan Sidik serta Notarisnya.

“Pekan depan kalau tidak halangan bisa Kami hadirkan. Dan masih sebatas pemeriksaan saksi.” Singkat JPU itu.(A.24)