Diduga SM Manfaatkan Areal Surau Jadi Tempat Pemasangan APK

29
BERBAGI

Buser24.com,Aceh Tamiang-Semarak pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) semakin meriah, namun peraturan pemasangannya seolah bukan sebuah kewajiban. Pohon-pohon mulai menderita dengan tusukan paku dan ikatan tali, tiang listrik, tiang telkom turut menjadi sasaran, bahkan nyaris pagar Surau juga dilibatkan untuk pemasangan kebutuhan pesta demokrasi. Pantauan dilapangan, diduga kuat banyak pelanggaran pemasangan APK terjadi. Kamis (7/2/2019).

Sehubungan hal tersebut, beberapa waktu yang lalu para Wartawan menemui Zaimah Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Karang Baru dan disampaikannya,”di wilayah kami terdapat 31 Kampung yang dikawal oleh para PPK (Panitia Pengawas Kampung) dan mereka melaporkan dugaan Pelanggaran ke kecamatan dan dari Kecamatan semua laporan setiap tanggal 15 dikirim ke Panwas Kabupaten menunggu arahan selanjutnya.
Padahal jelas dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 tahun 2018 telah diatur dengan jelas larangan pemasangan APK, diantaranya di jalan protokol, sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, kantor Pemerintahan dan lainnya.
Dugaan pelanggaran pemasangan APK di Kampung Alur Baung, yang terpasang di pagar Surau (rumah ibadah umat Muslim), hal tersebut akan segera ditindaklanjuti dan secepatnya untuk ditinjau kelokasi, juga segera dilaporkan ke Kabupaten”,tegas Zaimah.

Guna mengklarifikasi pelanggaran pemasangan APK, para Wartawan coba melakukan komunikasi dengan SM melalui jaringan pribadi WhatsApp di nomor  08231245xxxx Caleg dari Partai Nasional dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang isinya, [1/2 12.09] Aslan mlakum buk sumiyem,, ijin mau konfir masi terkait pemasangan alat praga kampanye,,,,
[1/2 15.19]  Wa’alaikum salm
[1/2 15.19]  Iya pak
[1/2 15.45] Asil pantauan kami alat praga IBU, terpasang di depan musola,  apa kah menurut PKPU 23 2018 di bnar kan,
[7/2 15.01] Ma’af pak, sdh sy pindah kn, gk d pisisi itu lgi
[7/2 15.03] Brati APk tersebut salah dalam penempat nya, ya buk?

Sampai berita ini diturunkan, hal tersebutlah yang menjadi tanggapan dari caleg bersangkutan, tinggal hanya penilaian dari masyarakat, juga sanksi  dari Panwaslu Kabupaten Aceh Tamiang, mungkin bakal menanti. ( Dani/Edy )