BARANG BUKTI KAYU OLAHAN DITAHAN WARGA SINABOI

158
BERBAGI

BUSER24,COM. Rohil- Ratusan keping papan olahan hasil tangkapan petugas PT Diamond RayaTimber (DRT) ditahan warga kepenghuluan Sinaboi kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir dan saat ini telah ditangani pihak Polsek Sinaboi sebagai perosesi pengamanan .

Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto Sik MH melalui Kapolsek Sinaboi AKP Ruslan  ketika ditemui awak media( 8/2/2019) diruang kerjanya mengatakan ” membenarkan  adanya warga menahan Barang Bukti kayu olahan papan tersebut, yang terjadi Jumat  08/02/2019 sekitar pukul19.000 wib  di wilayah pinggiran  pantai sungai diwilayah kepenghuluan sinaboi.

dimana Barang  Bukti tersebut saat ini dalam pengawasan Polsek Sinaboi untuk kelanjutan proses hukum  selanjutnya . AKP Ruslan menambahkan pengawasan dan pengaman kayu tersebut dilakukan  pihak Polsek sinaboi  guna menunggu pihak dinas kehutanan provinsi Riau  untuk memperoses  Barang Bukti tersebut , pihak Polsek hanya sebatas pengamanan” ujarnya.

Lanjutnya” sesuai informasi yang diterima atas kejadian tersebut dimanna warga menahan Barang Bukti (BB) tersebut  berdasarkan pihak PT. Diamond Raya Timber (DRT)  menangkap dan menahan kayu olahan tersebut bukan diwilayah ranah hukum milik HPH nya.(PT.DRT).

Dengan dasar ini masyarakat merasa keberatan atas tindakan petugasPT.DRT tersebut , maka saat mereka mengeluarkan Barang Bukti tersebut warga lan gsung melakukan penahanan dan merampas nya dan melaporkan kepihak Polsek Sinaboi. Ucapnya

Tegas AKP Ruslan mengatakan ‘ seharusnya jika pihak PT.Diamond RayaTimber melakukan penangkapan bukan diwilayah ranah hukumnya maka seharusnya melibatkan institusi hukum polri terdekat guna kejelasan hukumnya.” Ucapnya dengan tegas Sesuai informasi dilapangan dan saat saat awak media. mengkonfirmasi pihak PT DRT mengatakan ” mereka tidak memiliki surat perintah dari pimpinannya penangkapan Barang Bukti tersebut .

Bahwa penangkapan ini dilakukan oleh dinas kehutanan Propinsi Riau . Dengan dasar ini lah Kapolsek  sinaboi AKP Ruslan  meminta pertanggung jawaban dinas kehutanan Propinsi Riau untuk melakukan prosesi hukumnya selaku penanggung jawab  atas penangkapan .

Sampai berita ini terbit pihak perusahan PT. DRT belum dapat menghadirkan pihak penangkapan. ” Ucapnya

Ditempat terpisah salah seorang pemuka masyarakat setempat Sofyan mengatakan pada awak media  antara lain menguraikan

” kami sangat heran dengan pihak perusahaan PT. Diamond Raya Timber selama ini tidak pernah melakukan dan menyalurkan konvensasi CSR nya kepada desa kami ini ,sedangkan kita tau konvensasi tersebut wajib diberikan  kepada kepentingan  masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dan itu satu kewajiban  kewajiban sesuai undang undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan  Kemudian dirangkaikan dengan undang undang no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan  BB VI pasak 58 dimana masyarakat berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat yang dihasilkan oleh hutan .

Lanjutnya merujuk hal tersebut keuntungan hasil hutan yang diperoleh PT. Diamond Raya Timber dari hasil hutan tersebut sudah tidak dapat kita hitung lagi berapa banyaknya .

Tetapi mereka tidak pernah melakukan konvensasinya melalui CSR nya terhadap desa maupun masyarakat kami disini.

maka dengan adanya demikian terjadi ini kesempatan kami menahan Barang Bukti tersebut , agar pihak perusahaan PT. Diamond Raya Timber mengeluarkan konvensasi tersebut lewat CSR ya ” ucapnya dengan tegas penuh semangat .(Dirman)