Ahli Waris Ambil Alih Kembali Aset PT.MOEIS Yang Dikuasai Mafia Tanah Dan Peradilan

444
BERBAGI

BUSER24.com,Sumatera Utara – Pihak ahli waris di bawah pimpinan Bapak Abdul Munir Moeis Nasution dan Zulkarnain Moeis Nasution dan masyarakat sekitar serta LBHR dan LSM serta beberapa organisasi pemuda dan kuasa hukum ahli waris membantu mengambil seluruh asset perkebunan pada hari Selasa(11/06/2018).

Dengan di ambil alihnya asset PT.Moeis perkebunan sipare pare asahan oleh ahli waris,semua pihak berharap agar kasus ini dapat di selesaikan dengan segera,agar pihak ahli waris mendapat kepastian hukum yang berlaku….jangan seperti yang telah lewat putusan MARI dikangkangi oleh para mafia peradilan.

Pihak ahli waris melakukan DEKLARASI dan mengambil alih asset PT.Moeis atas dasar Putusan Makamah Agung No.1262K/Pdt/2011 yang sudah memiliki kekuatan hukum Tetap yang menolak permohonan kasasi H.Muchrid Nasution Cs.

Diduga Keberadaan Mafia peradilan yang dipimpin Oman Mardi alias Awi tebingtinggi Cs yang dibantu oleh Joko Marlis Alias andi dan notaries Dana Barus ,SH yang berkerjasama Dengan Isaac Charlie dan putra nya handoko yang bermasalah dengan kasus Center Point Medan benar – benar telah membungkam aparat hukum yang ada di sumatera utara sebab kasus ini tidak pernah tuntas sampai saat ini.

Pihak ahli waris sangat meyayangkan dengan kasus yang terjadi di PT.MOEIS sebab dalam berpekara seharusnya tidak boleh seorangpun melakukan aktifitas di areal perkebunan tersebut,malah diduga ada pihak ke III yang sekarang menguasai lahan tersebut dan mengambil hasil diatas lahan tersebut,malah yang lebih berbahaya nya lagi ganti rugi tanah dari PJKA (Perusahaan Jasa Kereta Api) Sebesar Rp26 miliyar juga mereka gelapkan entah kemana tanpa sepengetahuan ahli waris.

Dengan dikuasainya PT.Moeis kembali Oleh ahli waris semua masyarakat sekitar begitu senang begitu juga karyawan perusahaan,sebab semenjak perusahaan ini di kuasai oleh pihak ke III gaji karyawan selalu terlambat,sementara hasil produksi sawit menurun dratis dan tidak pernah dirawat hanya di ambil hasilnya saja ungkap salah seorang karyawan yang tidak ingin namanya di ekspose……Bersambung.(Redaksi)