Beranda HEADLINE Adanya Laporan LSM GP Ke Polda Aceh Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer

Adanya Laporan LSM GP Ke Polda Aceh Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer

37
BERBAGI

BUSER24.Com, Aceh Tamiang – Tercium harum terkait adanya dugaan korupsi mencapai Ratusan Miliyar Rupiah terhadap sebuah paket proyek  dengan cara tender berupa pengadaan alat komputer yang akan diberikan kepada pihak pendidikan sekolah Tingkat SMP se-Aceh dalam hal persiapan ujian Nasional (UN) yang Berbasis Komputer tahun 2018, Terkait Kasus TIPIKOR tersebut,  Pihak Ormas masyarakat yang mengatas namakan LSM Gadjah Puteh telah menindak lanjuti melayangkan sebuah laporkan kepihak Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Aceh yang diterima langsung oleh Sekretaris Umum Brigadir Fandi dan telah diagendakan,  Dengan Nomor Agenda SET: 913/D/XII/2018 tepatnya pada hari Jum’at tanggal 28 Desember 2018, Hal tersebut diungkapkan dan dibenarkan oleh Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Said Zahirsyah Almahdaly saat pelaksanaan Konferensi Perss yang berlangsung dikecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang,  pada hari Minggu (30/12/2018),  Sehingga Pemberitaan ini dipublikasikan,  Kamis (03/01/2019).

Dalam siaran Perss nya,  Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh,  Said menyuarakan bahwa “telah diketahui adanya ratusan unit berupa komputer untuk persiapan jelang UNBK tahun 2018 ini telah disalurkan kepihak sekolah-sekolah tingkat SMP hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota se-Aceh, salah satunya termasuk didunia pendidikan tingkat sekolah SMP diwilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang menerima pengadaan komputer terbanyak.

” Yang diketahui juga, Perangkat lunak berupa Alat Komputer untuk persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ini telah diduga dari spesifikasi terhadap perangkat Lunak tersebut rendah, sehingga dari perangkat lunak itu sendiri cepat mengalami kerusakan, Dan perangkat Komputer tersebut pun yang telah terkirim yang langsung dikirim oleh Pihak rekanan tidak sesuai dengan usulan Spesiasi standart yang diminta oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, ungkap Said selaku Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh.

Said Zahirsyah Almahdaly selaku Direktur Eksekutif pada LSM Gadjah Puteh mengkuakan lagi bahwa “Kabupaten Aceh Tamiang, Terkait adanya Kasus Tipikor berupa pengadaan Komputer, Dalam hal ini akan kami jadikan pintu masuk untuk menguak dan membongkar habis adanya kecurangan sehingga menjadikan mark up, Yang dikarenakan bukan tidak mungkin praktik permainan spesifikasi pengadaan barang perangkat Lunak jenis komputer juga terjadi di kabupaten/kota se – Aceh yang nilainya cukup sangat – Sangat fantastik hingga mencapai ratusan Miliyar Rupiah, Cetus Said Zahirsyah Almahdaly.

Said menambahkan “Berdasarkan data yang berhasil dihimpun LSM Gadjah Puteh, Sebelumnya pihak Instansi Disdikbud (Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan) Aceh Tamiang melalui sebuah surat yang tertera pada surat tersebut tertuliskan Nomor : 422.1/D2/1558 pada tanggal 16 April 2018 telah mengajukan usulan spek komputer dengan merek Lenovo AIO V310z (Core i5-7400 4GB ITB Win 10 Pro).

“Selanjutnya, Usulan ini sehubungan adanya pengadaan komputer FC All In One pada Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk sekolah SMP di Disdikbud Aceh Tamiang yang  bersumber dari dana Otsus 2018, Dan barang yang dikirim oleh rekanan sebagai pemenang tender proyek tersebut, Ternyata berbeda merek dan spesifikasinya sangat rendah dari usulan sebagai permintaan sebelumnya,  Ungkap Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh Lagi.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif yang tegas ini membeberkan “Dari hasil investigasi yang kami lakukan kesekolah tingkat SMP yang tidak kita sebutkan Sekolah SMP tersebit di Wilayah Aceh Tamiang, Terlihat Barang Komputer yang diterima oleh pihak Sekolah adalah berupa unit komputer model Veriton Z4640G merek Acer Gen Intel core i3 processor 7100, Harga komputer ini sendiri yang sudah kami ketahui berkisar Rp 6-7 juta/unit, Lanjut Ungkap Said.

” Pihak Kami Juga yang mengatas namakan LSM Gadjah Puteh, informasi yang didapat terkait harga perangkat tersebut, Harga dari distributor yang sama di Jakarta yaitu, PT. ACER Indonesia |Commercial Business Divisiondengan tipe komputer VZ4640 DOS : VZ4640 / Core i3-7100 / 4GB DDR4 / 1TB HDD / DVDRW / WiFi 802.11 ac/b/g/n+BT / USB Keyboard+Mouse / DOS @: IDR 7,500,000,- inc vat, price valid until September 2018, min qty 500 units, FOB JKT, indent 8-10 weeks.

Berikutnya “komputer tipe VZ4640 Win10Pro Edu (khusus pendidikan): VZ4640 / Core i3-7100 / 4GB DDR4 / 1TB HDD / DVDRW / WiFi 802.11 ac/b/g/n+BT / USB Keyboard+Mouse / Win10Pro Edu@: IDR 8,250,000,- inc vat, price valid until September 2018, min qty 500 units,FOB JKT, indent 8-10 weeks.

“Pada spek berita acara serah terima barang dengan pihak sekolah, seharusnya dari pihak pertama (rekanan) dari PT Surya Digital Makmur membeli komputer seharga Rp 13 juta dalam perunitnya.

“Namun saat diketahui,  Dari komputer yang dibeli oleh Pihak Rekanan seharga Rp 7.500.000 perunitnya, Artinya Rekanan sebagai pemborong proyek pengadaan ini telah melakukan dugaan tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sehingga terjadinya mark-Up dari harga dan mengambil keuntungan Setengah dari harga yang telah ditetapkan, Bongkar Data ungkap Said Zahirsyah Almahdaly kepada awak Media.

Selain itu, Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh Said Zahirsyah Almahdaly mengatakan “Kabupaten AcehTamiang yang paling besar mendapatkan pengadaan komputer sebanyak 680 unit dengan menelan anggaran sekitar Rp 8,9 miliyar, Sedangkan untuk seluruh kabupaten/kota se Provinsi Aceh anggarannya mencapai Rp 83 miliyar, Cetus Said lagi.

Lanjut Said mengungkapkan ” Sedikitnya ada 34 sekolah untuk tingkat SMP diwilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang menerima bantuan komputer, Masing-masing pihak sekolah menerima 20 Unit Komputer untuk pemerataan terlaksananya UNBK di Aceh Tamiang yang masih kekurangan, yang sehingga menimbulkan sebuah keganjilan.

“Dalam Hal ini, Dapat disimpulkan bahwa seluruh pengadaan barang berupa komputer tersebut tidak dikirim ke pihak  kedinas, tapi oleh distributor sebagai rekanan pelaksana hanya dititipkan di sebuah ruko di kawasan wilayah Desa Johar Kecamatan Karang Baru, Sehingga, mekanisme dalam sebuah penyaluran komputer yang telah diatur oleh pihak rekanan, Komputer tersebut diambil dengan cara dijemput oleh setiap dari masing – masing Kepala sekolah SMP yang langsung dikoordinir oleh “Ayub” Selaku Ketua MKKS khusus SMP se- Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Ungkap Direktur Eksekutif LSM Said penuh Kesal.

Diakhir penyampaiannya kepada awak media Dalam Siaran Pers nya, Said Zahirsyah Almahdaly selaku Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh mengatakan Dengan penuh kesal “Ironisnya lagi, Saat serah terima barang, tidak dilakukannya pengecekan terlebih dahulu yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdibud) Aceh Tamiang, Sehingga apa bila dilihat dari komputer tersebut dinilai spesifikasi tidak sesuai, Maka Komputer tersebut dapat ditolak kembali oleh pihak dinas itu sendiri.

“Disamping itu, pihak sekolah SMP adalah sebagai pihak kedua, Sasaran lanjutan yang dirugikan sebagai penerima barang bantuan, Dan sangat disayangkan sekali, sebagai penerima manfaat bantuan untuk para pelajar anak bangsa, pihak sekolah tidak mengetahui sama sekali bahwa komputer yang diterima bisa jadi barang KW atau barang tak bertuan, Yang di karenakan tidak ada rekomendasi oleh pihak dinas Terkait, Dan Rekanan, PPTK beserta Tim PHO terhadap Paket Proyek berupa  Pengadaan perangkat lunak Komputer semuanya dilibatkan dari pihak Provinsi tidak ada melibatkan sedikitpun dari pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Akhir Ungkapan Said Zahirsyah Almahdaly Selaku Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh.

Editor : Andi